Sejumlah Wilayah Kalteng Berpotensi Diguyur Hujan Pada 3- 8 September

rifqi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:41 WIB
HUJAN SEBENTAR: Area Masjid Darussalam Palangka Raya diguyur hujan intensitas sedang kemarin (5/9). Hujan juga mengguyur Jalan Tjilik Riwut Km 11. AGUS PRAMONO/KALTENG POS
Hujan di area Masjid Darussalam Palangka Raya. AGUS PRAMONO/KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA-Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) berpeluang mengalami hujan ringan dalam beberapa hari mendatang. Berdasarkan prakiraan, potensi hujan tersebut terjadi secara bertahap mulai 3 hingga 8 September 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Ika Priti, mengatakan pada 3-4 September, hujan ringan berpotensi muncul di sejumlah wilayah Kalteng bagian utara.

“Untuk tanggal 3-4 September 2026, diprakirakan berpotensi hujan ringan terdapat di Kalimantan Tengah bagian utara,” ujar Ika saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Wilayah yang berpotensi menerima hujan ringan meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, bagian utara Kapuas, bagian utara Gunung Mas, serta bagian utara Katingan.

Memasuki 5-6 September, peluang hujan diprakirakan bergeser dan meluas ke wilayah utara hingga timur Kalteng. Sejumlah daerah yang masuk dalam potensi tersebut antara lain Barito Timur, Barito Selatan, serta bagian tengah Kabupaten Kapuas.

Selanjutnya, pada 7-8 September, cakupan wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan diprakirakan semakin luas. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng.

“Pada tanggal 7-8 September 2026, terdapat potensi hujan ringan yang cukup merata di sebagian besar Kalimantan Tengah,” katanya.

Ika mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan kondisi cuaca selama periode tersebut. Meskipun hujan yang diprakirakan berintensitas ringan, perubahan cuaca dapat terjadi sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Terlebih bagi masyarakat yang berada di wilayah yang masih mengalami kondisi kemarau dan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Potensi hujan diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan, meski belum berarti seluruh wilayah terbebas dari risiko karhutla.

“Potensi hujan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan di beberapa wilayah. Namun masyarakat tetap diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap menjaga lingkungan karena kondisi kemarau masih berlangsung di sebagian wilayah Kalteng,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
hujan kemarau karhutla prakiraan cuaca cuaca