Komunitas Bergerak untuk Kalteng, Buka Posko Kesehatan Gratis dan Edukasi Cegah Karhutla

Agus Pramono • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:41 WIB
Pemeriksaan kesehatan bagi warga di Kecamatan Jekan Raya.(Agus Pramono/kaltengpos.com)
Pemeriksaan kesehatan bagi warga di Kecamatan Jekan Raya.(Agus Pramono/kaltengpos.com)

PALANGKA RAYA – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendorong sejumlah komunitas bergerak bersama. 

Mereka membentuk gerakan “Dari Komunitas untuk Kalimantan Tengah” dengan membuka posko kesehatan gratis sekaligus memberikan edukasi pencegahan karhutla.

Baca Juga: Satelit NASA Abadikan Kondisi Kalimantan Tertutup Asap: Ancaman Emisi dan Asap Kian Serius

Gerakan tersebut diinisiasi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah, Forum TBM Kota Palangka Raya dan Relawan Literasi Masyarakat, bersama sejumlah komunitas serta organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kondisi karhutla dan dampaknya bagi masyarakat.

Ketua Forum TBM Kalteng Yusy Marie mengatakan, kegiatan perdana gerakan tersebut diwujudkan melalui pembukaan Posko Kesehatan Gratis dan Sosialisasi Edukasi Karhutla bagi masyarakat Kota Palangka Raya.

“Kehadiran posko ini merupakan langkah nyata kami sebagai warga Palangka Raya yang turut menjadi korban dan peduli, sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mengedukasi warga agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah dan ditangani,” kata Yusy.

Layani Warga Terdampak Kabut Asap

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Jekan Raya tersebut menyasar warga yang terdampak kabut asap, komunitas masyarakat peduli api, serta tim pemadam kebakaran yang bertugas di kawasan sekitar.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan berkolaborasi dengan Kecamatan Jekan Raya dan empat kelurahan, yakni Kelurahan Palangka, Bukit Tunggal, Menteng dan Petuk Katimpun. 

Baca Juga: Seberapa Penting Penggunaan Masker saat Kabut Asap? Begini Penjelasan dari Ahlinya

Pemeriksaan kesehatan bagi warga di Kecamatan Jekan Raya.(Agus Pramono/kaltengpos.com)
Pemeriksaan kesehatan bagi warga di Kecamatan Jekan Raya.(Agus Pramono/kaltengpos.com)

Posko juga berkolaborasi dengan BPBD Kota Palangka Raya/BNPB Kalteng serta mendapat dukungan dari istri Wakil Wali Kota Hj Merty Ilona.

Selain membagikan masker medis secara massal, posko menyediakan sejumlah layanan kesehatan dan kebutuhan dasar secara gratis.

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum untuk menangani keluhan seperti gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata dan pusing akibat paparan asap.

Posko juga menyediakan bantuan oksigen, termasuk tabung oksigen dan masker bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia maupun warga yang mengalami sesak napas.

Tim medis yang terdiri dari dokter hingga apoteker turut disiapkan untuk memberikan layanan rawat jalan, obat-obatan serta vitamin guna membantu menjaga daya tahan tubuh masyarakat.

Tidak hanya layanan kesehatan, masyarakat dan petugas di lapangan juga mendapatkan konsumsi berupa nasi bungkus, telur, susu, minuman ion, air mineral dan roti.

Pembagian masker, makanan dan vitamin ke pemadam karhutla.
Pembagian masker, makanan dan vitamin ke pemadam karhutla.

Edukasi Bahaya dan Pencegahan Karhutla

Penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap juga diikuti dengan edukasi mengenai pencegahan karhutla.

Baca Juga: Dua Relawan Karhutla di Kalteng Meninggal Dunia, Gugur Setelah Berjuang Padamkan Api

Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai larangan membakar lahan secara sembarangan, dampak hukum akibat pencemaran lingkungan, serta langkah awal yang dapat dilakukan apabila menemukan titik api di sekitar permukiman.

Menurut Yusy, upaya penanganan dampak asap tidak bisa hanya dilakukan dari sisi kesehatan. Pencegahan karhutla juga harus diperkuat agar sumber masalah dapat ditekan.

“Upaya menekan angka ISPA harus berjalan seimbang dengan aksi pencegahan karhutla dari hulu,” tegasnya.

Ia berharap inisiatif bersama antara komunitas, pemerintah dan masyarakat dapat terus dibangun sehingga warga terdampak dapat memperoleh penanganan lebih cepat.

Sasar 100-150 Warga dan Petugas Pemadam

Posko kesehatan perdana tersebut berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Sebanyak 100 hingga 150 warga dan tim pemadaman ditargetkan mendapatkan pelayanan kesehatan maupun edukasi lingkungan.

Dukungan kegiatan tidak hanya berasal dari donatur. Komunitas yang tergabung juga menggalang bantuan berupa dana, bahan dan alat kesehatan, konsumsi, transportasi, relawan hingga berbagai kebutuhan logistik.

Baca Juga: Produk Sabun Shabondama Efektif Tangani Karhutla

Selain layanan di posko, dukungan logistik juga diarahkan langsung ke sejumlah titik pemadaman untuk membantu TSAK gabungan, TNI, dan unsur lainnya yang berada di lapangan. 

Titik pengantaran di antaranya kawasan Pal 12, pemakaman muslim, DA Tawa, wisata Larossa, Kompleks Nagasari, dan sekitar Bandara Tjilik Riwut.

Libatkan Berbagai Komunitas

Gerakan “Dari Komunitas untuk Kalimantan Tengah” melibatkan berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya Forum TBM Kalteng dan Kota Palangka Raya, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Relawan Literasi Masyarakat, Huma Sarita Kalteng, Huma Literasi, Rumah Baca Bahijau Kalteng, Kalteng Cerdas, Dompet Dhuafa, PKY Foodies, Jum’at Berkah Palangka Raya, Ruang Bacaku, Serdadu Kaki Gunung, An Nahl Community, Ikatan Duta Bahasa Kalteng, Sekolah Rakyat Kalteng dan Bikers Palangka Raya.

Melalui kolaborasi pemerintah, aparat, relawan, komunitas dan masyarakat, gerakan tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi dampak kesehatan akibat paparan kabut asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah karhutla.

Upaya bersama ini dinilai penting mengingat kabut asap akibat kebakaran lahan gambut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan paling berisiko bagi kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lansia serta warga dengan kondisi kesehatan tertentu.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya juga telah mengeluarkan surat edaran kepada satuan pendidikan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah preventif guna mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
Ketua Forum TBM Kalteng Yusy Marie kabut asap karhutla lahan gambut posko kesehatan