PALANGKA RAYA – Dunia pendidikan dasar kini memasuki babak baru yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi mutakhir.
Sebanyak 14 guru di SDN 4 Bukit Tunggal Palangka Raya antusias mengikuti pelatihan pembuatan e-komik berbasis Generative Artificial Intelligence (AI) pada Rabu, (26/8/2026)
Langkah inovatif ini digagas untuk memperkuat kompetensi digital para pengajar sekaligus menghidupkan suasana belajar mengajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi para murid.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diusung oleh tim akademisi dari Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Palangka Raya (UPR).
Melalui kolaborasi ini, para guru diajak untuk menjelajahi potensi kecerdasan buatan dalam merancang media pembelajaran berbasis visual tanpa harus terhalang oleh keterbatasan keterampilan menggambar manual.
Sinergi Akademisi UPR dan Sekolah Demi Transformasi Digital
Pelatihan ini dipimpin langsung oleh Christian Novan, S.Kom., M.Eng., dosen Teknologi Pendidikan FKIP UPR yang bertindak sebagai ketua tim PKM sekaligus narasumber utama.
Tak sendiri, dia didampingi oleh tim dosen yang solid, terdiri atas Dr. Dra. Nani Setiawati, M.Si., Drs. Orbit Thomas, M.Pd., Fenroy Yedithia, S.Kom., M.T.I., Lisa Agustina, M.Pd., Dr. Pradana Din Permadi, M.Pd., Whilis Putri Pitaloka, M.Pd., serta Efriani, S.Pd., M.Pd.
Sinergi ini semakin kuat dengan keterlibatan aktif para mahasiswa yang turut memberikan pendampingan intensif kepada setiap peserta.
Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan sekolah dan program studi.
Sambutan dari Koordinator Program Studi Teknologi Pendidikan, Fenroy Yedithia, S.Kom., M.T.I., diwakili oleh Dr. Pradana Din Permadi, M.Pd., yang menekankan betapa krusialnya adaptasi AI di sekolah dasar.
Sementara itu, apresiasi tinggi disampaikan oleh pihak SDN 4 Bukit Tunggal melalui Sumiati, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah Ibu Ramida, S.Pd.
Pihak sekolah menyambut hangat kepedulian UPR dalam mendorong peningkatkan kapasitas profesionalisme tenaga pendidik mereka.
E-Komik: Solusi Media Pembelajaran Kreatif dan Komunikatif
Pemilihan e-komik sebagai fokus pelatihan bukan tanpa alasan.
Media ini dinilai sangat efektif karena mampu menggabungkan tiga elemen kunci dalam pembelajaran anak: visual yang menarik, narasi cerita yang kuat, serta pesan edukatif yang jelas.
Dengan kemasan yang komunikatif, e-komik diyakini dapat membantu siswa memahami materi pelajaran yang rumit dengan lebih mudah, sekaligus mendongkrak minat baca serta keterlibatan aktif mereka di kelas.
"Hadirnya Generative AI meruntuhkan tembok penghalang utama bagi guru yang merasa tidak pandai menggambar," kata Christian Novan saat paparan
AI bertindak sebagai asisten kreatif yang membantu menerjemahkan ide-ide instruksional menjadi bentuk visual secara cepat dan efisien.
Dari Ide Cerita Hingga Ilustrasi Visual Berbasis AI
Selama sesi pelatihan praktik, para guru tidak hanya dibekali teori dasar, melainkan langsung diajak mengeksplorasi pembuatan media secara mandiri.
Tahapan pelatihan dirancang secara runtut dan sistematis:
- Pengembangan Ide & Alur: Merumuskan konsep cerita yang selaras dengan kurikulum dan materi pembelajaran.
- Perancangan Karakter: Membuat profil dan visualisasi tokoh-tokoh utama komik.
- Generasi Ilustrasi AI: Memanfaatkan alat kecerdasan buatan untuk menyusun latar dan adegan visual.
- Penyusunan Konten (Layouting): Merangkai narasi, balon kata, dan gambar menjadi e-komik yang utuh dan siap digunakan.
Para peserta tampak sangat antusias saat berdiskusi dan bereksplorasi secara langsung, menyesuaikan penggunaan e-komik dengan mata pelajaran yang mereka ampu masing-masing.
Penggunaan Teknologi AI yang Kritis dan Bertanggung Jawab
Meskipun memfasilitasi penguasaan teknologi tingkat tinggi, tim PKM UPR tetap memberikan penekanan khusus pada etika penggunaan AI.
Para guru diingatkan untuk senantiasa bersikap kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Generative AI diposisikan murni sebagai alat bantu teknis, sedangkan pertimbangan pedagogis, kedalaman materi, serta pemenuhan kebutuhan emosional dan intelektual peserta didik tetap sepenuhnya berada di tangan guru.
Harapan ke depan untuk Pendidikan Dasar
Pelatihan e-komik ini diharapkan menjadi pemicu keberlanjutan inovasi di SDN 4 Bukit Tunggal Palangka Raya.
Melalui peningkatan kompetensi digital ini, para guru diharapkan mampu memilih dan memproduksi media pembelajaran berbasis teknologi secara mandiri dan tepat guna.
Kolaborasi erat antara UPR dan sekolah-sekolah di Palangka Raya ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital pendidikan dapat diwujudkan secara inklusif, relevan, dan berdampak langsung pada kualitas belajar generasi muda. (*)
Editor : Ayu Oktaviana