Kabut Asap Palangka Raya: Balita Sesak Napas Terbantu Dengan Tim Rumah Aman Asap

Dea Umilati • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:30 WIB
Balita banyak mendapatkan oksigen di Rumah Aman Asap Jalan Badak XVI No 5 Kelurahan Bukit Tunggal,.(Arif Prathama/Kalteng Pos)
Balita banyak mendapatkan oksigen di Rumah Aman Asap Jalan Badak XVI No 5 Kelurahan Bukit Tunggal,.(Arif Prathama/Kalteng Pos)

 

PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membawa dampak langsung terhadap kesehatan warga. 

Di Rumah Aman Asap yang dikelola jaringan Respon Asap Karhutla Kalimantan Tengah (RAKAT), anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak datang untuk mendapatkan pertolongan.

Koordinator Posko RAKAT, Agung Sesa, mengatakan hingga saat ini tercatat sekitar 110 orang telah mendatangi Rumah Aman Asap. Mereka datang dengan berbagai keluhan akibat paparan asap, mulai dari gangguan pernapasan hingga sesak yang membutuhkan nebulisasi.

Baca Juga: Ada 22 Rumah dan Ruang Oksigen yang Tersebar di Palangka Raya

Dari jumlah tersebut, anak-anak menjadi kelompok yang paling dominan. Bahkan, sejumlah anak yang datang masih berusia sekitar lima hingga tujuh tahun.

“Yang paling banyak itu anak-anak. Ada yang usia lima, enam, tujuh tahun. Mereka datang karena sudah merasa tidak sanggup menahan sesak,” kata Agung di Rumah Aman Asap Jalan Badak XVI No 5 Kelurahan Bukit Tunggal,”katanya, September 2026.

Tidak hanya anak-anak, warga dewasa hingga lanjut usia juga tercatat datang. Beberapa ibu-ibu berusia sekitar 30–40 tahun hingga warga lanjut usia sempat mendapatkan nebulisasi dan penanganan awal di lokasi.

Dalam beberapa kasus, tim RAKAT bahkan harus melakukan penjemputan terhadap warga yang kesulitan datang sendiri. Agung menyebut terdapat warga dari kawasan Pal 10 Tjilik Riwut dan Jalan Nagasari yang sempat dijemput menggunakan kendaraan operasional.

“Ada yang kami jemput karena kebetulan di rumahnya tidak ada laki-laki. Kondisi lingkungan di sekitar rumah mereka juga sudah terdampak asap, sehingga kami bawa ke sini untuk mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palangka Raya Bagikan Masker dan Siapkan Oksigen untuk Warga

Rumah Aman Asap tersebut mulai beroperasi sekitar dua hingga tiga pekan terakhir, ketika kondisi asap di sejumlah wilayah mulai semakin pekat. Rumah aman ini merupakan bagian dari respons jaringan RAKAT yang terdiri atas 12 organisasi atau lembaga.

Untuk mendukung pelayanan, rumah aman tersebut menyediakan sejumlah kebutuhan penanganan awal, di antaranya nebulizer, tabung oksigen, obat-obatan serta perlengkapan medis lainnya.

“Untuk obat-obatan, tabung oksigen, nebu dan beberapa kebutuhan lainnya, sebagian juga merupakan bantuan dari masyarakat yang menyumbang setelah kami menyebarkan flyer atau pamflet melalui media sosial,” jelas Agung.

Operasional Rumah Aman Asap juga mendapat dukungan tenaga medis dari Politeknik Kesehatan Palangka Raya. Selain membantu pengoperasian peralatan medis, tenaga kesehatan juga terlibat dalam pelayanan kepada warga yang datang.

Baca Juga: Daftar 11 Puskesmas di Palangka Raya Sediakan Ruang Oksigen bagi Warga Terdampak Kabut Asap

RAKAT juga menjalin komunikasi dengan sejumlah dokter untuk berkonsultasi apabila menemukan warga dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Teman-teman Poltekes Palangka Raya membantu operasional tenaga medis dan alat medis. Kemudian kami juga berkomunikasi dengan beberapa dokter secara berkala kalau ada yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Meski menjadi tempat pertolongan awal, Rumah Aman Asap tidak dimaksudkan menggantikan fasilitas kesehatan. Warga dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan diarahkan untuk segera mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain, aktivitas RAKAT tidak hanya berpusat di Rumah Aman Asap. Saat sebagian relawan berjaga dan menangani warga yang datang, anggota lainnya bergerak mendistribusikan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak.

Bantuan disalurkan ke beberapa daerah yang membutuhkan, seperti Pangkalan Banteng, Kapuas, Sampit dan Pulang Pisau, termasuk komunitas masyarakat di desa-desa. Sebagian bantuan dikirim menggunakan jasa travel untuk menjangkau daerah yang berada di luar Palangka Raya.

Distribusi juga menyasar rumah aman asap lainnya, komunitas masyarakat hingga petugas pemadam kebakaran (damkar) yang masih berjibaku di lapangan.

Baca Juga: Dinkes Kalteng Siapkan Dua Rumah Singgah Oksigen, Ajak Warga Siap Hadapi Potensi KLB Asap

“Memang tidak hanya di Palangka Raya. Kami juga punya jaringan dampingan di beberapa desa di Kalteng yang hari ini ikut terdampak. Jadi ketika kami bisa membantu, bantuan juga kami distribusikan ke sana,” tutur Agung.

Ia menegaskan, tingginya jumlah anak-anak yang datang menjadi perhatian tersendiri. Sebab, keluhan sesak yang dialami anak-anak menunjukkan paparan asap bukan lagi sebatas persoalan kenyamanan atau terganggunya aktivitas sehari-hari.

Rumah Aman Asap pun menjadi salah satu upaya untuk memberikan pertolongan sedini mungkin, sembari memastikan warga dengan kondisi lebih serius dapat segera memperoleh penanganan di fasilitas kesehatan.

“Sejauh ini respons masyarakat baik. Setidaknya Rumah Aman Asap ini menjadi pertolongan pertama sebelum kondisi mereka menjadi lebih jauh,” tegasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
Respon Asap Karhutla Kalimantan Tengah (RAKAT) RAKAT nebulizer gangguan pernapasan karhutla