PALANGKA RAYA – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya.
Kondisi debit air yang semakin surut di sejumlah aliran sungai disebut menyulitkan mobilitas warga yang masih mengandalkan jalur sungai untuk menuju pusat kecamatan maupun Kota Palangka Raya.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian karena masyarakat di kawasan pinggiran aliran Sungai Rungan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari transportasi, kesehatan, pendidikan, komunikasi hingga ketersediaan air bersih. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Palangka Raya.
Baca Juga: Puluhan Ribu Liter Air Bersih Kembali Didistribusikan ke Pulau Hanaut Kotim
“Saat meninjau langsung saya lihat masyarakat kesulitan di pinggiran aliran Sungai Rakumpit karena kemarau panjang. Yang pertama, akses transportasi karena air semakin surut, mereka harus mendorong perahu kecil itu untuk menuju ke sungai beberapa meter baru bisa ke daerah lain,” kata Jati, Senin (7/9/2026).
Jati menjelaskan, persoalan akses tersebut berpengaruh terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Selain transportasi, akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian.
Ia meminta pemerintah memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan pelayanan dasar meskipun menghadapi keterbatasan akses.
Di sektor pendidikan, Jati turut menyoroti pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang saat ini diberlakukan di Kota Palangka Raya.
Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar di Rakumpit karena keterbatasan jaringan internet.
“Akses internet yang tidak ada sama sekali, kan itu perlu diperhatikan. Perlu jadi perhatian serius Pemerintah Kota Palangka Raya dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Persoalan lain yang dinilai mendesak adalah ketersediaan air bersih. Kemarau dan surutnya aliran sungai membuat masyarakat di sejumlah wilayah Rakumpit disebut semakin kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, Jati mendorong Pemko Palangka Raya menyiapkan langkah konkret, termasuk distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak.
Baca Juga: Karhutla dan Kemarau Panjang, Pemko Palangka Raya Siapkan Sumur Resapan
Secara administratif, Kecamatan Rakumpit terdiri dari kelurahan Petuk Bukit, Panjehang, Petuk Barunai, Mungku Baru, Pager, Gaung Baru, dan Bukit Sua. Jati menegaskan perhatian pemerintah diperlukan terutama bagi masyarakat yang setiap hari harus melakukan mobilitas dari kelurahan menuju pusat kecamatan maupun Kota Palangka Raya.
“Kesehatan, air bersih, komunikasi, dan transportasi,” tegasnya, menyebut sejumlah kebutuhan yang dinilai harus menjadi perhatian pemerintah di tengah kondisi kemarau.(*)
Editor : Ayu Oktaviana