PMI Bagikan 5000 Masker, Lindungi Warga dari Pekatnya Asap

Kamila • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:00 WIB
PEDULI: Palang Merah Indonesia (PMI) bagikan masker untuk masyarakat di empat titik lampu merah kawasan Bundaran Burung, Jumat pagi (11/9). SHAFA KAMILA/KALTENG POS
PEDULI: Palang Merah Indonesia (PMI) bagikan masker untuk masyarakat di empat titik lampu merah kawasan Bundaran Burung, Jumat pagi (11/9). SHAFA KAMILA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA – Palang Merah Indonesia (PMI) Markas Provinsi Kalimantan Tengah turun langsung membagikan 5000 masker kepada masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk. Pembagian masker dilaksanakan di empat titik lampu merah kawasan Bundaran Burung, Jumat (11/9). 

Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya membuat perlindungan terhadap kesehatan pernapasan menjadi perhatian. Pengguna jalan yang melintas menjadi sasaran pembagian masker, terutama masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan di tengah paparan asap.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Proses Belajar mengajar di SDN 2 Petuk Katimpun yang Berselimut Kabut Asap

Ketua PMI Provinsi Kalimantan Tengah Nuryakin mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas PMI terhadap masyarakat yang terdampak kondisi udara akibat karhutla. Menurutnya, masyarakat membutuhkan perlindungan, khususnya bagi mereka yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

“Kami dari PMI Markas Provinsi Kalteng saling melindungi terhadap sesama. Di tengah kondisi kualitas udara yang buruk ini masyarakat tidak saja mengalami gangguan pernapasan namun juga terganggunya kesehatan,” ujar Nuryakin, Jumat (11/9).

Ia menjelaskan, pembagian masker tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai bentuk kemanusiaan PMI dalam merespons kondisi yang dihadapi masyarakat. “Paparan asap karhutla dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Provinsi Kalteng Siti Nafsiah mengungkapkan, masker yang dibagikan merupakan masker N95 sebanyak 5.000 masker. Bantuan tersebut berasal dari Australia yang disalurkan melalui PMI Pusat untuk wilayah-wilayah yang terdampak karhutla.

Baca Juga: Trauma Kabut Asap 2015 Terulang, Eni Kini Cemas Melihat Anaknya Sesak Napas

“Pembagian masker ini bukan kali pertama PMI lakukan dengan aksi ini harapannya masyarakat yang berkegiatan di luar ruangan tetap dapat terjaga keselamatannya dan terlindungi dari asap,” ungkap Nafsiah.

Selain membagikan masker, PMI kabupaten dan kota melalui para relawan juga turut membantu penanganan karhutla, distribusi air bersih, serta berbagai layanan sosial lainnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons PMI terhadap kebutuhan masyarakat selama kondisi karhutla masih berlangsung.

Nafsiah menambahkan, pembagian masker akan terus dilakukan apabila kondisi udara belum membaik. PMI juga akan membuka Ruang Sehat Bebas Asap (RSBA) di markas PMI, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. “Kami juga membuka Ruang Sehat bebas Asap RSBA baik di markas provinsi maupun kabupaten kota,” pungkasnya.

Baca Juga: Ada 22 Rumah dan Ruang Oksigen yang Tersebar di Palangka Raya

Pembagian masker diikuti oleh pengurus, staf dan relawan PMI Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua  PMI Provinsi Kalteng Nuryakin, Wakil Ketua Siti Nafsiah, sekretaris Suprayitno, Bendahara Eryana R, Wakil bendahara Partiani, Ketua Bid. PB Irwani, Ketua Bid. Layanan Darah Lilis S, Ketua Bid. Relawan Amelia Henaisaputri, Anggota Bid. Organisasi Prana La Plata, serta Staf Markas dan Relawan PMI Kota (KSR UPR, KSR POLTEKES dan KSR MARKAS). (afa)

Editor : Ayu Oktaviana
ruang sehat bebas asap PMI Markas Provinsi Kalteng asap PMI Provinsi Kalimantan Tengah karhutla