BNPB Evaluasi Karhutla Kalteng, Satgas Darat Jadi Andalan Pemadaman

rifqi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 13:31 WIB
Pemadaman karhutla di Sampit. Miftah/kaltengpos.jawpaos.com
Pemadaman karhutla di Sampit. Miftah/kaltengpos.jawpaos.com
 

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (11/9/2026). 

Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan sekaligus memastikan upaya pemadaman terus berjalan di lapangan.

Baca Juga: Pemadaman Karhutla Kotim Terkendala Air, BPBD Dapat Bantuan Tangki dari Perusahaan Sawit

Rapat berlangsung di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, halaman Kantor Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. Pertemuan dihadiri Gubernur Kalteng, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Wakapolda Kalteng, BMKG, Kabinda, DPRD Kalteng, wakil wali kota dan bupati serta unsur terkait lainnya.

Suharyanto mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pada Jumat (11/9/2026), masih terdapat sekitar 71,2 hektare lahan yang dalam proses pemadaman. Namun, luasan tersebut masih dapat berubah mengingat potensi munculnya titik kebakaran baru maupun api yang kembali menyala setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.

“Per hari ini, luas lahan yang sedang dalam proses pemadaman dilaporkan mencapai 71,2 hektare. Apakah hanya itu? Belum tentu,” kata Suharyanto.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama pada kawasan lahan gambut. Api dapat kembali muncul sehingga proses pemadaman dan pemantauan harus dilakukan secara terus-menerus.

Dalam evaluasi tersebut, Suharyanto memberikan apresiasi terhadap kinerja Satgas Darat yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam penanganan karhutla di Kalteng. Satgas melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, BPBD hingga BNPB.

Baca Juga: Dua Relawan Karhutla di Kalteng Meninggal Dunia, Gugur Setelah Berjuang Padamkan Api

Ia menilai kemampuan Satgas Darat dalam melakukan pemadaman menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Bahkan, luasan lahan yang sebelumnya mencapai lebih dari 200 hektare dapat ditekan dalam waktu singkat.

“Dua hari lalu luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 200 hektare. Namun Satgas Darat mampu memadamkan sekitar 140 hektare hanya dalam satu hari,” ujarnya.

Meski kekuatan darat menjadi ujung tombak, Suharyanto menegaskan dukungan Satgas Udara tetap diperlukan. Terutama untuk menangani kebakaran yang sudah meluas dan sulit dijangkau secara cepat melalui jalur darat.

Operasi water bombing menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan luasan api dari udara. Setelah api berhasil ditekan, proses pemadaman kemudian dilanjutkan oleh personel di darat.

Namun, pelaksanaan operasi udara dalam beberapa hari terakhir menghadapi kendala akibat kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Kalteng. Visibilitas yang kurang mendukung membuat pengerahan kekuatan udara belum dapat dilakukan secara optimal.

Baca Juga: Karhutla Ancam Habitat Satwa, Asap Bisa Picu Konflik Orangutan dengan Manusia

Dengan kondisi tersebut, Satgas Darat masih menjadi kekuatan utama dalam memastikan titik-titik kebakaran dapat ditangani. Pemadaman dilakukan setiap hari, disertai pemantauan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru maupun api yang kembali menyala.

Secara umum, Suharyanto menilai penanganan karhutla di Kalteng berjalan cukup baik. Perkembangan kondisi di lapangan juga terus dipantau dan dilaporkan kepada pemerintah pusat.

Ia mengatakan, penanganan karhutla di Kalteng menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan, perkembangan penanganan dilaporkan hingga tingkat nasional.

“Presiden setiap hari melakukan pengecekan perkembangan penanganan karhutla,” katanya.

Suharyanto menambahkan, secara nasional luasan area yang terbakar saat ini masih lebih rendah dibandingkan periode El Nino sebelumnya, terutama pada 2023. Kendati demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak mengurangi kewaspadaan.

“Namun bukan berarti kita boleh lengah. Jika bisa segera dituntaskan, maka harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Usai rapat evaluasi, Suharyanto bersama Gubernur Kalteng, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Wakapolda Kalteng, BMKG, Kabinda, DPRD Kalteng, wakil wali kota dan bupati serta unsur terkait meninjau langsung upaya pemadaman karhutla di kawasan Mahir Mahar, Palangka Raya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
Satgas Darat bnpb karhutla