BNPB Tambah Dukungan Udara, Helikopter Kamov Dijadwalkan Tiba di Kalteng

rifqi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:00 WIB
Bantuan tiba di Bandara Tjilik Riwut untuk mendukung penanganan karhutla.(Kodam)
Bantuan tiba di Bandara Tjilik Riwut untuk mendukung penanganan karhutla.(Kodam)

PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat kembali memperkuat dukungan peralatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Penambahan dukungan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan pasukan yang bertugas di lapangan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, dukungan penanganan karhutla juga diberikan Kementerian Pertahanan. Salah satunya berupa 100 unit mobil tangki air yang diberikan kepada Kodam XXII/Tambun Bungai sepanjang 2026.

Baca Juga: Daftar Bantuan Logistik Karhutla yang Dijanjikan Prabowo Sudah Tiba di Kalteng, Ada Senter dan Pompa

“Satu hal saja, Kodam XXII/Tambun Bungai ini mendapat mobil tangki di tahun 2026 sebanyak 100 unit sekaligus. Itu satu saja yang saya beri contoh, yang kecil-kecil banyak sekali,” kata Suharyanto saat ditemui usai Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Jumat (11/9/2026).

Menurut Suharyanto, BNPB terus mengidentifikasi kebutuhan yang masih kurang untuk mendukung personel dalam melakukan pemadaman. Dari hasil koordinasi, terdapat empat kabupaten yang dinilai membutuhkan tambahan peralatan karena terdampak karhutla cukup parah.

Sejumlah perlengkapan yang diperlukan antara lain selang pemadam, nozzle, sepatu, alat pelindung diri (APD), serta flexible tank.

Kebutuhan selang menjadi salah satu perhatian karena jarak sumber air dengan lokasi kebakaran semakin jauh. Kondisi tersebut membuat personel harus menggunakan selang dengan panjang yang lebih besar untuk menjangkau titik sumber air.

“Sekarang sudah tidak bisa. Pasukannya Pak Pangdam itu harus mengulur selang sampai mungkin 500 meter, sehingga perlu tambahan selang,” ujarnya.

Baca Juga: Karhutla Ancam Habitat Satwa, Asap Bisa Picu Konflik Orangutan dengan Manusia

Suharyanto menyebut kebutuhan peralatan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan karhutla. Penambahan perlengkapan dilakukan untuk memastikan pasukan di lapangan dapat bergerak lebih cepat dalam menangani titik-titik kebakaran.

Selain memperkuat penanganan dari darat, pemerintah juga menambah dukungan untuk operasi pemadaman melalui udara. Salah satunya dengan mendatangkan satu unit helikopter water bombing jenis Kamov dari Rusia.

Helikopter tersebut dijadwalkan masuk ke Kalteng pada 15 September mendatang. Namun, Suharyanto menegaskan, kedatangan helikopter Kamov tersebut bukan merupakan bantuan langsung dari Pemerintah Rusia.

“Helinya antara BNPB dengan pengusaha, dengan swasta-swasta yang mendatangkan dari Rusia,” katanya.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Proses Belajar mengajar di SDN 2 Petuk Katimpun yang Berselimut Kabut Asap

Untuk memperkuat penanganan di sejumlah wilayah, helikopter tersebut nantinya akan ditempatkan melalui skema reposisi. Sebagian dukungan udara diarahkan ke wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

“Iya ke Kalteng, dan akan direposisi satu di Sampit, satu di Kotawaringin,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
mobil tangki air helikopter Kamov bnpb penanggulangan karhutla karhutla