PALANGKA RAYA- Penggunaaan air yang terus menerus menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya.
Kondisi itu membuat persediaan air di Sekretariat DPRD Kota Palangka Raya turut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Satgas Karhutla di lapangan.
Baca Juga: Cegah Karhutla Meluas, Dishut Kalteng Perkuat Sumur Bor di Lahan Gambut
Sekretaris DPRD Kota Palangka Raya, Yustinus Gunihardi mengatakan, pihaknya telah menyuplai air bagi personel yang melakukan penanganan karhutla sekitar dua pekan.
Dukungan tersebut memanfaatkan tandon air milik Sekretariat DPRD yang memiliki kapasitas hingga 10 ribu liter.
“Sekretariat DPRD sudah dari dua minggu yang lalu mensupport air. Kebetulan tandon atau tangki air kita itu lumayan, ada 10.000 liter kapasitasnya,” kata Yustinus, Sabtu (19/9/2026).
Yustinus menyebut suplai air dilakukan setiap hari. Terlebih, sumber air semakin terbatas, sementara kebakaran masih terjadi di sejumlah lokasi. Salah satunya di sekitar Jalan Ir. Soekarno yang membuat personel Satgas memanfaatkan sumber air terdekat dengan kapasitas yang tersedia.
Baca Juga: Wilayah Selatan Krisis Air saat Kemarau, Pemkab Kotim Siapkan Pengolah Air Asin Jadi Layak Minum
“Dan ini tiap hari kita siapkan, karena sumber air ini terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, persediaan tersebut digunakan untuk mendukung personel TNI AD melalui Yonif TP yang terlibat dalam penanganan karhutla. Kebutuhan air menjadi penting karena sejumlah unit yang digunakan di lapangan tidak dapat mengambil air langsung dari parit.
“Jadi kita sediakan air karena unit-unit dari Yonif TP ini kelihatannya tidak bisa menggunakan air yang dari parit langsung. Jadi harus menggunakan air bawah tanah,” jelasnya.
Tak hanya air, Sekretariat DPRD juga menyiapkan dukungan personel dan peralatan sesuai instruksi Pemerintah Kota Palangka Raya. Setiap OPD diminta menyiapkan lima personel, satu unit pikap, cadangan air serta perlengkapan penyemprotan untuk membantu Satgas Karhutla.
Yustinus menilai penanganan karhutla sejauh ini telah dilakukan secara maksimal oleh Satgas bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Namun, dengan luasan kebakaran yang berada di luar dugaan, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan karhutla.(*)
Editor : Ayu Oktaviana