PALANGKA RAYA-Pemprov Kalteng menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, Jumat (18/9/2026). Penyaluran tersebut turut dipantau langsung Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran.
Agustiar mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan dapat diterima warga yang membutuhkan.
“Kami pun hadir di Kalampangan untuk menyapa langsung masyarakat, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan lancar dan tepat sasaran,” kata Agustiar di Kalampangan.
Baca Juga: 4.000 Paket Bantuan Dampak Karhutla Diserahkan kepada ASN di Lingkup Pemprov Kalteng
Bantuan pangan yang diberikan terdiri dari beras lima kilogram, minyak goreng satu liter dan gula pasir satu kilogram. Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyalurkan bantuan langsung tunai melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebesar Rp250 ribu kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Lurah Kalampangan Yunita Martina mengatakan sebagian besar masyarakat di wilayahnya menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian hortikultura. Kondisi kemarau dan karhutla turut memberikan dampak terhadap aktivitas serta biaya yang harus dikeluarkan petani.
“Dampaknya sangat terasa sekali karena berpengaruh. Secara ekonomi mereka mengeluarkan biaya lebih karena saat ini kemarau. Harus ada perhatian ekstra dalam menjaga tanaman mereka,” jelasnya.
Menurut Yunita, dampak tersebut tidak hanya dirasakan warga yang lahannya terbakar. Sebagian tanaman milik warga yang tidak terdampak langsung kebakaran juga mengalami kondisi layu akibat cuaca dan kemarau.
Untuk bantuan pangan, Yunita menyebut terdapat lebih dari 300 warga yang diusulkan sebagai penerima. Data tersebut dihimpun berdasarkan usulan dari masing-masing RT dan RW di wilayah Kalampangan.
Baca Juga: Pemprov Siapkan Bantuan Pangan bagi Warga Terdampak Karhutla se Kalteng
Sementara untuk program KHBS, tercatat sebanyak 608 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Kalampangan.
Yunita mengatakan penerima bantuan pangan dipilih berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing warga. Pendataan dilakukan agar bantuan tidak menumpuk pada penerima yang sebelumnya telah memperoleh bantuan dari program lain.
“Sebenarnya kalau terdampak semua terdampak ya, tapi kita di sini kita lebih memilah dan memilih karena sebagian kan ada yang menerima bantuan KHBS dan lainnya. Supaya yang lainnya kebagian juga dan tepat sasaran,” terangnya.
Ia menjelaskan, warga yang sebelumnya telah menerima KHBS maupun bantuan sosial lainnya tidak kembali dimasukkan dalam daftar penerima bantuan pangan. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau warga lain yang belum memperoleh bantuan.
Selain di Kelurahan Kalampangan, penyaluran bantuan serupa juga dilakukan di Kelurahan Palangka. Penyaluran tersebut turut ditinjau Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama jajaran pemerintah daerah.(*)
Editor : Ayu Oktaviana