Kabut Asap Belum Reda, Kepala BNPB dan Menhut Putuskan Berkantor Sementara di Kalteng

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:45 WIB
Menhut dan Kepala BNPB akan berkantor di Palangka Raya.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)
Menhut dan Kepala BNPB akan berkantor di Palangka Raya.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

 

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Menteri Kehutanan Raja Antoni memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah (Kalteng). Keputusan itu diambil di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Kepala BNPB mengatakan, langkah tersebut menunjukkan pemerintah pusat tidak membiarkan pemerintah daerah bekerja sendirian menghadapi karhutla dan dampak asap.

“Melihat situasi seperti ini, bentuk kepedulian pemerintah pusat bahwa pemerintah daerah tidak berjalan sendirian, kami berdua yang tadinya hanya berkunjung kembali, memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah,” katanya saat berkunjung ke Palangka Raya, Senin (21/9/2026). 

Baca Juga: Kepala BNPB Sebut Hanya Angin dan Hujan yang Bisa Hilangkan Kabut Asap

Menurutnya, keberadaan pemerintah pusat di Kalteng diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan memastikan langkah penanganan berjalan hingga kondisi membaik.

Kehadiran tersebut juga akan dilakukan sambil menunggu pelaksanaan operasi modifikasi cuaca yang diharapkan mampu menghasilkan hujan untuk membantu mengatasi karhutla dan kabut asap.

“Kami akan berada di sini sampai nanti operasi modifikasi cuacanya berhasil dan hujan turun. Paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca yang sekarang dihalangi oleh kabut asap,” ujarnya.

Suharyanto menyebut kondisi kabut saat ini cukup mengganggu. Salah satu dampaknya bahkan dirasakan langsung terhadap operasi modifikasi cuaca karena pesawat tidak dapat lepas landas dari Bandara Tjilik Riwut akibat jarak pandang yang rendah.

Baca Juga: Menhut Cabut Lima Perusahaan di Kalimantan Akibat Karhutla, Ini Daftar Nama dan Luas Konsesinya

Karena itu, pemerintah menyiapkan skema penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru Kalimantan Selatan dan Bandar Udara Iskandar di Pangkalan Bun agar operasi modifikasi cuaca tetap dapat berjalan.

Di sisi penanganan darat, Suharyanto mengatakan Satgas Darat terus bekerja melakukan pemadaman. Dari sekitar 180 hektare lahan yang terbakar, sekitar 150 hektare telah berhasil dipadamkan dalam satu hari dan tersisa sekitar 30 hektare.

Namun, tantangan belum berakhir karena titik kebakaran baru terus muncul, sementara lahan gambut yang telah padam juga berpotensi kembali terbakar.

“Kalau 30 hektare itu dipadamkan, selesai? Tidak. Kenapa? Karena setiap hari juga ada titik kebakaran baru. Atau lahan gambut yang sudah padam itu menyala lagi,” katanya.

Karena itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mendorong agar kemampuan pemadaman setiap hari lebih besar dibandingkan munculnya titik kebakaran baru. (*)

Editor : Agus Pramono
kabut asap palangka raya kantor di palangkaraya kepala bnpb Menhut RI Raja Juli Antoni karhutla