PALANGKA RAYA – Kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Tengah membuat operasi modifikasi cuaca menghadapi kendala. Pesawat yang sebelumnya dioperasikan dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, beberapa hari tidak dapat melakukan penerbangan karena jarak pandang rendah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan, kondisi tersebut membuat pemerintah harus mencari alternatif agar operasi modifikasi cuaca tetap berjalan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalteng Selasa 22 September 2026, Tak Ada Potensi Hujan
“Ada satu pesawat operasi modifikasi cuaca di Bandara Tjilik Riwut. Ini beberapa hari tidak bisa bekerja. Kenapa tidak bisa bekerja? Karena tidak bisa naik akibat kabut. Visibility-nya rendah,” katanya saat kunjungan ke Palangka Raya, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, penerbangan tidak bisa dipaksakan dalam kondisi jarak pandang yang rendah karena menyangkut keselamatan penerbangan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah akan mengubah lokasi keberangkatan pesawat operasi modifikasi cuaca.
Mulai malam hari hingga keesokan harinya, penerbangan direncanakan dilakukan dari Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan Bandar Udara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
“Operasi modifikasi cuaca, pesawatnya naik dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun,” ujarnya.
Dengan dua pesawat tersebut, pemerintah berharap peluang untuk mendatangkan hujan semakin besar. Terlebih berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat sejumlah wilayah yang memiliki potensi hujan.
Baca Juga: Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan Bandara Tjilik Riwut, 15 Aktiitas Pesawat Tertunda dan Batal
“Mudah-mudahan dengan dua pesawat naik, apalagi prediksi BMKG ada beberapa potensi hujan, ini bisa menurunkan hujan dan membantu meluruhkan asap,” katanya.
Dirinya menjelaskan, hujan menjadi salah satu faktor alam yang sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi kabut asap. Pasalnya, pemerintah tidak memiliki teknologi yang dapat secara langsung menghilangkan asap dari udara.
Baca Juga: Kabut Asap Belum Reda, Kepala BNPB dan Menhut Putuskan Berkantor Sementara di Kalteng
“Asap ini tidak ada teknologi untuk menghilangkan asap. Hanya ada dua, yang pertama angin, yang kedua hujan,” jelasnya.
Operasi modifikasi cuaca tersebut diharapkan dapat membantu membuka kondisi cuaca yang saat ini tertutup kabut asap sekaligus mendukung penanganan karhutla yang masih berlangsung. (*)
Editor : Ayu Oktaviana