605 Sebaran Hotspot di Palangka Raya Pada 6 Oktober, Kecamatan Bukit Batu Terbanyak

Andry • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 20:37 WIB
Sebaran titik panas di Kalteng.
Sebaran titik panas di Kalteng.

PALANGKA RAYA- Sebanyak 605 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Palangka Raya hingga Selasa (6/10/2026) pukul 14.00 WIB. 

Sebaran titik panas terbanyak berada di Kecamatan Bukit Batu dengan 298 titik. Berdasarkan pantauan tersebut, titik panas juga tersebar di sejumlah kecamatan lainnya.

Rinciannya, Kecamatan Sabangau sebanyak 68 titik, Rakumpit 112 titik, Jekan Raya 122 titik, dan Pahandut sebanyak lima titik.

Titik panas tersebut dideteksi menggunakan sensor VIIRS dan MODIS yang terdapat pada sejumlah satelit polar, yakni NOAA-20, S-NPP, Terra dan Aqua.

“BMKG mendeteksi titik panas menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar. Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan kondisi di sekitarnya,” kata Prakirawan Muhammad Ihsan Sidiq di Kantor BMKG Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, observasi titik panas dilakukan pada siang dan malam hari oleh masing-masing satelit.

Peningkatan jumlah titik panas dapat terjadi ketika seluruh satelit telah menyelesaikan orbit atau mengelilingi wilayah Indonesia, yang biasanya terlihat pada malam hari.

Namun, deteksi titik panas juga memiliki keterbatasan. Wilayah yang tertutup awan maupun berada pada area yang tidak terpantau atau blank zone dapat menyebabkan titik panas tidak terdeteksi.

“Sehingga sangat memungkinkan terjadinya fluktuatif pada jumlah pantauan titik panas,” jelasnya.

karakteristik kebakaran pada tanah mineral berbeda dengan kebakaran di lahan gambut.

Apabila kebakaran terjadi di tanah mineral, api biasanya hanya membakar lapisan atas permukaan tanah.

Sementara pada lahan gambut, kebakaran dapat terjadi tidak hanya di permukaan, tetapi juga hingga bagian bawah permukaan tanah.

“Ketika terjadi kebakaran di lahan gambut, api sulit untuk dipadamkan karena kebakaran dapat terjadi tidak hanya di permukaan tanah, melainkan juga di bawah permukaan tanah, " pungkasnya (*)

Editor : Agus Pramono
hotspot titik panas karhutla prakirawan bmkg