PALANGKA RAYA-UPTD Puskesmas Panarung menangani 45 pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) periode 1 hingga 8 Oktober 2026. Kelompok usia dewasa menjadi yang terbanyak.
Data itu disampaikan pemegang Program Surveilans Puskesmas Panarung, Eka Nirmala Sari, A.Md.Kep, saat ditemui Kamis (8/10/2026). Menurutnya, kabut asap masih menjadi penyebab umum ISPA saat ini.
Berdasarkan data puskesmas, pasien usia 18-59 tahun mencapai 29 orang. Disusul balita usia 0-5 tahun sebanyak 9 orang, usia 60 tahun ke atas 4 orang, dan usia 5-17 tahun 3 orang.
Baca Juga: Puskesmas Menteng Siagakan Oksigen Gratis 24 Jam, Kasus ISPA Didominasi Anak-Anak
Eka menyebut kunjungan pasien ISPA bulan ini menurun dibanding bulan lalu. Pada September, puskesmas mencatat 186 kasus baru ISPA. Sementara pada bulan Oktober, saat ini tercatat 45 kasus.
Gejala yang paling sering dialami pasien adalah batuk, pilek, dan demam. Hingga hari ini, belum ada pasien ISPA yang dirujuk ke rumah sakit.
Puskesmas Panarung juga membuka layanan oksigen gratis untuk semua pasien, baik umum maupun peserta BPJS. "Layanan oksigen gratis untuk semua," ujar Eka. Tabung dan gas oksigennya dibiayai dari dana BLUD puskesmas sendiri.
Layanan ini buka pukul 07.30 hingga 21.00 WIB dengan rata-rata 2 pasien per hari. Lonjakan terjadi pada 2 Oktober, saat sekitar 20 anggota TNI menggunakannya seusai memadamkan api.
Untuk pengobatan, pengguna BPJS tidak dipungut biaya. Pemberian resep dan obat sepenuhnya wewenang dokter sesuai diagnosis.
Puskesmas mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah dan memakai masker N95 atau KN95 jika terpaksa keluar, karena masker kain tidak mampu menyaring asap karhutla.
Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita asma atau penyakit jantung diminta tetap di dalam rumah. Jika sesak, batuk berkepanjangan, atau mata perih, segera ke puskesmas terdekat.
Warga juga dilarang membakar sampah, lahan, dan kebun. Jika melihat titik api atau asap baru, laporkan ke Ketua RT, BPBD, atau Call Center 112.(*)
Editor : Agus Pramono