Rumah Oksigen Bundaran Besar Beri Pelayanan Kepada Warga Terpapar Kabut Asap

Husin • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:10 WIB
Rumah Oksigen di Bundaran Besar.(Husin/kaltengpos.jawapos.com)
Rumah Oksigen di Bundaran Besar.(Husin/kaltengpos.jawapos.com)

PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus mengoperasikan Rumah Oksigen di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya guna memberikan pertolongan medis bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Terpantau pada pagi jam 10.00 wib, pelayanan kesehatan gratis tersebut berjalan dengan sigap untuk melayani warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Baca Juga: Semua Usia Terpapar ISPA, 10.240 Kasus di Palangka Raya, 47 Rumah Oksigen Disiagakan

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran sebelumnya menyampaikan bahwa penyediaan fasilitas ini merupakan komitmen Pemprov Kalteng dalam meminimalisir dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla. 

"Kami sudah membuat rumah oksigen yang juga didukung dengan pelayanan kesehatan," tegas Gubernur.

Layanan di kawasan Bundaran Besar dipusatkan pada dua titik vital, yaitu Menara Bundaran Besar Talawang serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar, yang beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. 

Pemprov Kalteng juga menyiagakan fasilitas serupa di Aula Bakti Husada lantai dua Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng setiap hari kerja pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Fasilitas Rumah Oksigen ini telah dilengkapi dengan berbagai sarana medis penunjang, seperti oxygen concentrator, tabung oksigen, tempat tidur pasien, serta penyiagaan tenaga kesehatan yang siap melayani masyarakat.

Keberadaan Rumah Oksigen ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para pekerja luar ruangan dan masyarakat umum yang beraktivitas di Kota Palangka Raya. 

Baca Juga: Ada 22 Rumah dan Ruang Oksigen yang Tersebar di Palangka Raya

Salah seorang warga yang memanfaatkan fasilitas ini pada Senin pagi, Rifqi, seorang ojol berusia dua puluh tiga tahun, mengaku terbantu setelah mengalami keluhan sesak napas pascaberselang aktivitas di luar ruangan.

Rifqi menceritakan bahwa meski kondisinya stabil di pagi hari, kondisi dada dan pernapasan mulai terasa tidak nyaman setelah ngojol di area kota.

"Awal-awal pagi tadi kondisi agak sehat aja, cuman setelah keliling ngojol di Kota Palangka Raya terasa agak sesak nafas saya. Jadi saya langsung ke Rumah Singgah Oksigen di Bundaran ini," ujar Rifqi saat ditemui di lokasi, Senin (12/10/2026) pagi pukul 10.30 WIB.

Setibanya di lokasi, pemuda itu langsung mendapatkan pemeriksaan tensi darah dan penanganan pemberian terapi oksigen gratis selama kurang lebih 15 menit. 

Baca Juga: Trauma Kabut Asap 2015 Terulang, Eni Kini Cemas Melihat Anaknya Sesak Napas

Ia mengaku kondisinya membaik dan rasa sakit di bagian belakang kepala yang sempat dirasakannya perlahan mereda setelah menghirup oksigen.

Selain mengapresiasi penanganan medis yang ramah, informatif, dan sigap dari para petugas kesehatan di lokasi, pria berusia dua puluh tiga tahun itu yang juga banyak beraktivitas di luar ruangan berharap penanganan karhutla dapat makin ditingkatkan. 

"Saya berharap untuk Pemprov Kalteng meminimalisir kebakaran hutan yang ada di Kota Palangka Raya, sehingga kabut asap yang terjadi saat ini bisa berkurang," pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
rumah oksigen Bundaran Besar Talawang kabut asap agustiar sabran karhutla