RASULULLAH Shallallahu alaihi wasallam memberikan kabar yang sangat menggembirakan tentang kisi-kisi calon penghuni Surga.
Beliau bersabda:
“Maukah kalian aku beritahu siapa yang diharamkan atas neraka? Yaitu setiap orang yang hayyin, layyin, qarib, dan sahl.”
(HR. Tirmidzi No. 2488)
Empat kata ini sederhana, tetapi maknanya dalam.
Hayyin, orang yang tenang, tidak kasar, tidak mudah terpancing emosi.
Layyin, orang yang lembut dalam ucapan dan perilakunya. Ia tidak menjadikan kebenaran sebagai alasan untuk menyakiti orang lain.
Qarib, orang yang dekat dengan manusia. Kehadirannya mudah diterima. Ia tidak membuat orang merasa takut atau tertekan ketika berada di dekatnya.
Sahl, orang yang mudah dalam bermuamalah. Tidak suka mempersulit, tidak banyak menuntut, dan tidak menjadikan setiap persoalan sebagai pertengkaran.
Menariknya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tidak menyebut kekayaan, kecerdasan, jabatan, atau popularitas sebagai sifat dalam hadis ini. Yang disebut justru akhlak.
Sebab, bisa jadi seseorang tidak memiliki banyak hal untuk dibanggakan di hadapan manusia, tetapi ia memiliki hati yang lembut dan akhlak yang membuat orang lain merasa aman.
Maka, sesekali tanyakan kepada diri sendiri:
Apakah orang merasa tenang ketika berbicara dengan kita?
Apakah kita mudah memaafkan?
Apakah kita suka mempersulit urusan orang lain?
Ataukah justru kehadiran kita sering membuat orang merasa tertekan?
Menjadi baik tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Terkadang, kebaikan itu sesederhana menahan marah, melembutkan ucapan, memudahkan urusan, dan membuat orang lain merasa nyaman berada di dekat kita.
Barakallahu fiikum. (*)
Editor : Agus Pramono