PALANGKA RAYA – Proses pendaftaran pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026 mulai ramai diminati. Hingga Senin (25/5/2026), panitia mencatat sudah ada empat bakal calon yang mendaftar maupun terjadwal menyerahkan berkas pencalonan.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPR, Joni Bungai, mengatakan saat ini beberapa nama telah resmi mendaftar, sementara sejumlah kandidat lain masih dijadwalkan menyerahkan berkas hingga batas akhir pendaftaran.
“Sudah ada empat. Hari ini ada dua lagi yang terjadwal mendaftar, kemudian besok masih ada beberapa nama yang sudah konfirmasi,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Joni, beberapa nama yang telah maupun akan mendaftar berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UPR. Meliputi Dr. Ir. Deddy NSP Tanggara dari Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Uras Tantulo, M.Sc dari Fakultas Pertanian, Prof. Bhayu Rhama dari FISIP, serta Dr. Thea Farina Dekan Fakultas Hukum.
Selain itu, terdapat sejumlah nama lain yang disebut telah berkomunikasi dengan panitia, termasuk Prof. Suara dan beberapa kandidat lainnya yang dijadwalkan mendaftar pada hari terakhir.
Panitia memastikan proses pendaftaran tetap dibuka hingga batas waktu yang telah ditentukan, bahkan memberi kelonggaran waktu sampai malam hari untuk menghindari polemik teknis terkait jam kerja.
“Kita tunggu sampai malam. Kalau dibatasi jam kerja nanti ada yang protes karena belum sempat menyerahkan berkas,” katanya.
Joni menegaskan, apabila jumlah bakal calon telah memenuhi ketentuan minimal, maka tidak akan ada perpanjangan masa pendaftaran. Tahapan selanjutnya akan masuk pada rapat senat untuk penetapan bakal calon yang lolos verifikasi administrasi.
“Kalau sudah mencukupi, tidak ada perpanjangan. Nanti masuk tahapan rapat senat untuk penetapan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kandidat yang telah resmi mendaftar tidak diperkenankan mengundurkan diri karena sebelumnya sudah menandatangani surat pernyataan.
“Yang sudah mendaftar tidak bisa mengundurkan diri,” tegasnya.
Meski demikian, seluruh pendaftar saat ini masih berstatus bakal calon rektor. Panitia masih melakukan proses verifikasi administrasi sebelum nantinya ditetapkan secara resmi oleh senat universitas.(*)
Editor : Agus Pramono