Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Berikut Roadmap 4 Tahun dari Calon Rektor UPR Prof Liswara Neneng saat Paparan Visi Misi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis

rifqi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:40 WIB
Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si memaparkan visi besar di FEB UPR.(Arief Prathama/Kalteng Pos)
Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si memaparkan visi besar di FEB UPR.(Arief Prathama/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA – Bakal calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030, Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si., memaparkan visi besar pengembangan kampus dengan fokus pada transformasi tata kelola berbasis digital, penguatan riset dan inovasi, serta percepatan UPR menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Gagasan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Visi dan Misi Bakal Calon Rektor UPR yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPR, Kamis (18/6). Dalam kesempatan itu, Liswara menegaskan bahwa UPR harus mampu bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat melalui tata kelola modern serta penguatan kapasitas akademik.

Baca Juga: Inilah Poin-Poin Penting dari Calon Rektor UPR Natalina Asi saat Paparan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Menurutnya, pengembangan riset dan inovasi menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi saat ini. Hasil-hasil penelitian tidak hanya harus berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial melalui proses hilirisasi maupun komersialisasi.

“Riset dan inovasi atau komersialisasi hasil riset merupakan hal yang sangat diperlukan saat ini. Karena itu menjadi salah satu fokus utama yang kami tawarkan dalam pembangunan Universitas Palangka Raya ke depan,” ujarnya.

Roadmap Empat Tahun

Dalam roadmap kepemimpinannya, tahun pertama akan difokuskan pada pembenahan tata kelola dan integrasi sistem informasi kampus. Tahun kedua diarahkan pada penguatan mutu akademik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selanjutnya, tahun ketiga akan difokuskan pada pengembangan institusi dan ekspansi program studi, sementara tahun keempat diarahkan pada penguatan dampak melalui hilirisasi riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui berbagai program tersebut, Liswara menargetkan terwujudnya sistem informasi kampus yang terintegrasi, peningkatan pendapatan non-APBN, bertambahnya jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar, meningkatnya publikasi internasional, serta tercapainya akreditasi unggul bagi UPR.

“Kami ingin mewujudkan UPR sebagai kampus unggul, inovatif, dan berdampak. Kampus yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki tata kelola modern, mandiri secara finansial, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”katanya.

 

Percepat UPR Menuju PTN-BH

Salah satu program strategis yang menjadi sorotan dalam pemaparan tersebut adalah dorongan percepatan UPR menuju status PTN-BH. Menurut Liswara, perubahan status tersebut akan membuka ruang yang lebih luas bagi universitas dalam mengembangkan program studi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, hingga memperkuat kemandirian finansial institusi.

Ia menjelaskan bahwa target menuju PTN-BH sebenarnya telah tertuang dalam Rencana Strategis UPR Tahun 2023-2029. Karena itu, langkah percepatan perlu dilakukan agar kampus memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa depan.

“PTN-BH sebenarnya sudah masuk dalam Rencana Strategis Universitas Palangka Raya tahun 2023 hingga 2029. Dengan PTN-BH, fleksibilitas universitas dalam membuka program studi, mengubah orientasi program studi, hingga mengelola keuangan akan menjadi lebih baik,” katanya.

Tata Kelola Digital Jadi Fondasi

Dalam visinya, Liswara menempatkan tata kelola sebagai prioritas utama. Ia menilai keberhasilan berbagai program pengembangan kampus sangat bergantung pada sistem manajemen yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.

Karena itu, ia menawarkan pengembangan sistem tata kelola perguruan tinggi yang terintegrasi secara digital sehingga seluruh data akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga sumber daya manusia dapat dikelola dalam satu sistem yang saling terhubung.

“Mengapa tata kelola saya tempatkan di urutan pertama? Karena tata kelola adalah fondasi. Jika fondasinya kuat, maka seluruh program pengembangan universitas akan lebih mudah dijalankan,” tegasnya.

Menurut Liswara, integrasi data akan mempercepat proses pengambilan keputusan serta meningkatkan efisiensi pelayanan di lingkungan kampus.

“Kita ingin membangun sistem yang terintegrasi. Ketika membutuhkan data mahasiswa, data dosen, penelitian atau pengabdian masyarakat, semuanya sudah tersedia dalam satu sistem dan bisa diakses secara cepat,” jelasnya.

Perkuat Mutu Akademik dan SDM

Selain digitalisasi, Liswara juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu akademik melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Ia menyebut sistem tersebut sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas pendidikan dan pencapaian akreditasi perguruan tinggi.

“SPMI adalah tulang punggung akreditasi. Apa pun bentuk penilaian yang dilakukan terhadap universitas, semuanya membutuhkan sistem penjaminan mutu yang kuat,” ujarnya.

Pada bidang sumber daya manusia, Liswara menyiapkan berbagai program percepatan peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan. Program tersebut meliputi dukungan pembiayaan studi doktoral (S3), pendampingan percepatan guru besar, hingga penguatan kapasitas penelitian dan publikasi ilmiah.

“Ada alokasi dana pendidikan untuk dosen yang ingin melanjutkan studi S3. Kemudian ada pendampingan dan pendanaan untuk akselerasi guru besar. Kita tahu proses menjadi guru besar tidak mudah, sehingga dosen tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri,” katanya.

Ia juga berkomitmen membangun sistem pendampingan penelitian mulai dari penyusunan proposal, pencarian sumber pendanaan, hingga publikasi pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.

Dorong Mahasiswa Lebih Kompetitif

Tak hanya berfokus pada dosen, Liswara juga menyiapkan program penguatan kapasitas mahasiswa. Salah satunya melalui perluasan kesempatan mengikuti program pertukaran mahasiswa dan peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian serta publikasi ilmiah bersama dosen.

“Mahasiswa akan lebih didorong untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa dan menghasilkan publikasi bersama dosen, bahkan hingga pada jurnal bereputasi internasional,” ujarnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#liswara neneng #publikasi ilmiah #pemberdayaan masyarakat #universitas palangka raya #rektor