PALANGKA RAYA – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palangka Raya terus mencatatkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 12 Februari 2026, IPM Kota Palangka Raya sukses menembus angka 82,98. Capaian impresif ini, mencerminkan tingginya kualitas pembangunan manusia yang ditopang kuat oleh sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan, tingginya angka tersebut menjadi indikator keberhasilan peningkatan pelayanan dasar pemerintah. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya enggan berpuas diri. Pihaknya tetap berkomitmen memperkuat pemerataan akses pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang bermukim di wilayah pinggiran kota.
Baca Juga: Wali Kota Fairid Pastikan Anak Panti Dapat Kesempatan Raih Masa Depan Cerah
“Pemerataan pendidikan itu sebenarnya bisa dilihat langsung dari angka IPM. Dalam jalannya roda pemerintahan, tolok ukur kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan tecermin kuat dari sana,” ujar Fairid.
Menurut Fairid, capaian IPM ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan dasar di Palangka Raya sudah berada di jalur yang tepat. Namun, pemerintah daerah akan terus mengupayakan berbagai langkah strategis demi memastikan akses pendidikan yang makin merata di setiap sudut kota.
“Bukan berarti saat ini ada masalah besar terkait pemerataan, tetapi hal itu tetap menjadi fokus utama kami ke depan, termasuk dalam hal pemerataan penyebaran tenaga pendidik atau guru,” tegasnya.
Baca Juga: Titip Masa Depan di Sekolah Rakyat, Kisah Haru Orang Tua Antar Anak ke Asrama
Selain mendistribusikan guru secara proporsional, Pemko juga makin gencar menyosialisasikan program Sekolah Rakyat. Langkah ini dinilai sangat efektif untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh warga tanpa harus terbebani oleh biaya.
“Program Sekolah Rakyat terus kami sosialisasikan sebagai wujud nyata dari pemerataan pendidikan. Semua warga Kota Palangka Raya bisa memanfaatkannya, dan fasilitas ini kami pastikan sepenuhnya gratis,” tambah Fairid.
Pemko Palangka Raya optimistis deretan kebijakan tersebut akan kian memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Pemerataan fasilitas pendidikan, penyebaran guru yang merata, hingga kemudahan akses belajar diyakini akan menjadi fondasi krusial untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu mempertahankan tren positif IPM di masa mendatang.(*)
Editor : Ayu Oktaviana