Setelah Cabut Nomor Urut, Calon Rektor UPR akan Diwawancarai Menteri Dikti Sainstek

Ismail • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 16:36 WIB
Calon rektor Universitas Palangka Raya Dr Thea  Farina, S.H., M.Kn. dapat nomor urut 1, dan Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si dapat nomor urut 2, pada pencabutan nomor urut Pilrek UPR,  Rabu (29/7/2026). FOTO PILREK UPR
Calon rektor Universitas Palangka Raya Dr Thea Farina, S.H., M.Kn. dapat nomor urut 1, dan Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si dapat nomor urut 2, pada pencabutan nomor urut Pilrek UPR, Rabu (29/7/2026). FOTO PILREK UPR

 

PALANGKA RAYA – Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (Pilrek UPR) hari ini, Rabu (29/7/2026), memasuki tahap pencabutan nomor urut. Nomor urut diperlukan untuk pencetakan surat suara saat pemilihan rektor.

“Hari ini telah dilaksanakan pencabutan nomor urut calon rektor. Nomor urut diperlukan untuk pembuatan surat suara,” kata Ketua Panitia Pemilihan Pilrek UPR, Prof. Dr. Joni Bungai, M.Pd., kepada kaltengpos.jawapos.com.

Pencabutan nomor urut ini dilaksanakan oleh Panitia Pilrek UPR dan dihadiri Ketua Senat UPR beserta anggota, serta calon rektor. Namun, untuk calon rektor hanya dihadiri oleh dua orang, yakni Dr. Thea Farina, S.H., M.Kn. dan Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si. Sementara itu, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. tidak hadir.

“Prof. Bhayu tidak hadir karena sedang ada tugas ke luar kota. Jadi, beliau diwakili oleh staf dari FISIP dalam pencabutan nomor urut,” ujar Prof. Joni.

Hasil pencabutan nomor urut, Dr. Thea Farina, S.H., M.Kn. mendapatkan nomor urut 1. Sedangkan Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Pd. mendapatkan nomor urut 2. Sementara Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. mendapatkan nomor urut 3.

Baca Juga: Pemilihan Rektor UPR Tahap I, Dr Thea Raih Suara Terbanyak, Diikuti Prof Bhayu dan Prof Liswara

Setelah proses pencabutan nomor urut ini, tahapan berikutnya adalah wawancara calon rektor dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Jadwalnya ditentukan oleh kementerian.

“Semoga minggu depan sudah bisa dilaksanakan wawancara ini. Wawancara akan dilakukan secara daring,” ujar Prof. Joni Bungai.

Selesai wawancara, baru dilanjutkan dengan pemilihan tahap dua yang diikuti oleh anggota senat dan Menteri. Hasil pemilihan ini yang akan menentukan siapa yang terpilih sebagai Rektor UPR periode 2026–2030.

Seperti diketahui, masa jabatan Rektor UPR saat ini akan berakhir pada 7 September 2026. Diperkirakan dua pekan sebelum masa jabatan ini berakhir, rektor baru telah terpilih. (*)

 

Editor : Agus Pramono
Pilrek pemilihan universitas palangka raya rektor upr