Dosen dan Mahasiswa UPR Kembangkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Dukung Pembibitan KTH KAHUI

Agus Pramono • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:24 WIB
Tim Pengabdian UPR dengan mitra Kelompok Tani KAHUI.(Humas)
Tim Pengabdian UPR dengan mitra Kelompok Tani KAHUI.(Humas)

 

PALANGKA RAYA – Dosen dan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) mengembangkan teknologi tepat guna berupa pompa air tenaga surya untuk mendukung kegiatan pembibitan dan penanaman tanaman hutan di Kelompok Tani Hutan (KTH) KAHUI, Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.

Pemanfaatan energi terbarukan tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala penyediaan dan distribusi air di lokasi persemaian, terutama saat musim kemarau.

Selain meningkatkan efisiensi penyiraman, teknologi pompa tenaga surya juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan KTH KAHUI terhadap genset berbahan bakar bensin.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai Ahmad Muammar Kadafi, M.Si., dari Program Studi Biologi UPR, dengan anggota Rizka Hasanah, S.Pd., M.Si., dari Program Studi Biologi dan Agung Samudra, M.Pd., dari Pendidikan Teknik Mesin. Program tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Biologi, Yudhi Ekaristian Sahari dan Nadia Rosaina Mahriza, serta berkolaborasi dengan Thatit Suprayogi, M.Si., dari Program Studi Fisika FMIPA UPR.

Baca Juga: Mikroalga Air Gambut Dikembangkan Jadi Pakan Alami Ikan di SMKN 5 Palangka Raya

Program ini merupakan hibah BIMA melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan Nomor Kontrak 0688/UN24.13/AL.04/2026. Mitra kegiatan adalah KTH KAHUI yang berada di Sei Gohong.

Sebelumnya, pengelola persemaian menghadapi persoalan keterbatasan akses air dan tidak tersedianya jaringan listrik PLN di sekitar lokasi. Sumber air utama berasal dari sungai yang berjarak sekitar 100 meter dari persemaian.

Instalasi pompa air dan panel surya di kawasan pembibitan
Instalasi pompa air dan panel surya di kawasan pembibitan

Kebutuhan air untuk menyiram bibit mencapai sekitar 1.500 hingga 2.000 liter per hari, yang harus dilakukan secara rutin pada pagi dan sore hari.

Kondisi tersebut membuat penyiraman menjadi cukup berat karena selama ini dilakukan secara manual atau menggunakan pompa air bertenaga genset berkapasitas kecil.

Penggunaan genset membutuhkan sekitar 1–2 liter bensin per hari atau 30–60 liter per bulan. Biaya operasional yang cukup besar dan ketersediaan bahan bakar yang tidak selalu stabil membuat penyiraman belum dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.

.
.

Kondisi tersebut turut memengaruhi tingkat keberhasilan hidup bibit yang sebelumnya diperkirakan masih berada di bawah 70 persen.

Melalui program pengabdian ini, tim UPR memberikan solusi dengan menerapkan pompa air tenaga surya sebagai sumber energi alternatif. Teknologi tersebut memungkinkan proses pemompaan air dilakukan dengan memanfaatkan energi matahari tanpa bergantung pada jaringan listrik maupun bahan bakar fosil.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi penggunaan pompa air tenaga surya.

Agung Samudra, M.Pd., memberikan materi mengenai pengenalan energi surya, prinsip kerja pompa air, serta pemanfaatan teknologi tepat guna. Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai instalasi dan pengoperasian pompa tenaga surya.

Baca Juga: Farmasi UPR Edukasi Warga Pahandut Kelola Obat Rumah Tangga Secara Rasional

Ketua tim pengabdian, Ahmad Muammar Kadafi, mengatakan penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu KTH KAHUI mengoptimalkan kegiatan pembibitan dan penanaman.

“Kegiatan yang dilakukan merupakan sosialisasi dan pelatihan penggunaan pompa tenaga surya serta bagaimana cara instalasi alat tersebut sehingga KAHUI dapat mengoptimalkan pembibitan dan penanaman tanpa memikirkan biaya produksi untuk membeli bensin genset yang lebih besar,” kata Kadafi.

Para pengelola KTH KAHUI menyambut positif program tersebut. Mereka terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan, termasuk dalam pengembangan smart hidroponik dan diversifikasi tanaman.

Anggota pengelola KTH KAHUI, Dimas Setyawan, mengapresiasi bantuan pompa air tenaga surya yang diberikan melalui program tersebut.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan pompa tenaga surya dan sangat terbantu karena ada pembibitan,” ujar Dimas.

Selain memberikan solusi terhadap persoalan air, program tersebut menjadi bagian dari upaya UPR mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan kegiatan masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita serta Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) pada bidang energi terbarukan dan lingkungan hidup. Program tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, dan SDG 15 tentang ekosistem daratan.

Dari sisi kinerja perguruan tinggi, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa serta pemanfaatan langsung teknologi tepat guna oleh masyarakat.

Dengan penerapan pompa air tenaga surya, KTH KAHUI diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sistem penyiraman dan manajemen air di lokasi persemaian. Pada akhirnya, teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan hidup bibit serta mendukung keberlanjutan kegiatan pembibitan dan penanaman tanaman hutan.

Tim pengabdian kepada masyarakat UPR juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan melalui hibah BIMA, serta kepada Rektor UPR dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atas dukungan selama pelaksanaan program.(*)

Editor : Agus Pramono
KTH KAHUI pompa air tenaga surya pengabdian upr pembibitan tanaman hutan universitas palangka raya