Telkomsel bersama Pemprov Bali Hadirkan AI for Education Agar Belajar Matematika Jadi Menyenangkan

Kiki • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:47 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster (tengah) besama Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, Prof. Yohanes Surya, Ph.D  saat peluncuran AI for Education, di Bali.  FOTO TELKOMSEL
Gubernur Bali, Wayan Koster (tengah) besama Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, Prof. Yohanes Surya, Ph.D saat peluncuran AI for Education, di Bali. FOTO TELKOMSEL

 KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Telkomsel bersama Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, Kuncie, dan pemangku kepentingan pendidikan setempat berkolaborasi memperkuat kapabilitas numerasi guru dan siswa di Bali. 

Melalui ekosistem pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI for Education), program ini diproyeksikan agar setiap anak dapat belajar matematika secara gampang, asyik, dan menyenangkan.

Langkah strategis ini sekaligus menjadi upaya nyata dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, dan teknologi sesuai arah Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia.

Inisiatif ini dirancang secara komprehensif mulai dari pelatihan kompetensi guru hingga pendampingan siswa menggunakan platform interaktif berbasis permainan, Sacred Octagon.

Pembelajaran dan asesmen siswa nantinya turut didukung oleh aplikasi SkulPintar, dengan seluruh proses yang terpantau berbasis data sebagai bahan evaluasi berkelanjutan.

Lewat penguatan numerasi ini, anak-anak tidak hanya diajarkan berhitung, tetapi juga dibekali fondasi berpikir kritis untuk bernalar, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan sehari-hari.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil. Dari Bali, mari bersama membangun generasi yang lebih cerdas, percaya diri, dan siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar.” kata Direktur Utama Telkomsel, Nugroho melalui Press Realese yang diterima Kaltengpos.jawapos.com, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Telkomsel Gandeng China Telecom, Kembangkan Solusi 5G, AI, dan IoT untuk Industri Indonesia

Pada kesempatan tersebut, guru dan siswa menyaksikan serta mencoba pembelajaran Sacred Octagon dan pendekatan GASING.

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan di lapangan dan mengukur manfaat program secara bertahap, sehingga pelaksanaannya tetap relevan bagi sekolah, guru, siswa, dan keluarga.

Sementara itu Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi yang diinisiasi Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya tersebut.

Apalagi kerjasama ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul, karena kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dalam konsep AI for Education, guru tetap menjadi pusat proses pembelajaran. Teknologi sebagai alat bantu agar pendidik dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih sesuai perkembangan kemampuan siswa, bukan untuk menggantikan tuntunan, empati, dan pemahaman guru terhadap setiap anak.

Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya, Ph.D., menegaskan bahwa semua anak berpotensi cerdas jika mendapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang tepat.

Menurutnya, menghadirkan matematika secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan dapat meningkatkan kepercayaan diri guru serta membuang rasa takut siswa, sehingga perubahan dalam proses belajar pun tercipta.

Sebelumnya, Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U untuk memperluas akses pembelajaran numerasi digital bagi keluarga Indonesia.

Hadirnya kolaborasi strategis di Bali ini makin memperkuat ekosistem tersebut melalui keterlibatan pemerintah daerah, peningkatan kompetensi pendidik, serta evaluasi program yang terukur. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Bali yang makin tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan era digital. (*)

Editor : Agus Pramono
Yohanes Surya bali ai telkomsel matematika