Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pemilihan Ketua Golkar Kalteng Ditunda, Abdul Razak Buka Suara, Eddy Raya Mundur, Siapa Diuntungkan?

Agus Pramono • Selasa, 29 Juli 2025 | 14:03 WIB
H Abdul Razak
H Abdul Razak

PALANGKA RAYA - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kalteng yang semula dijadwalkan awal Agustus resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.


Penundaan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Kalteng, H Ruslan AS, saat ditemui di Kantor Golkar Kalteng, Senin (28/7/2025).

 

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kalteng, H. Abdul Razak, menyampaikan harapan agar Musda dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Golkar lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


“Saya berharap kader yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh kekuatan partai, menjaga kekompakan internal, dan menjadikan Golkar sebagai kekuatan utama pembangunan di Kalimantan Tengah,” ujar Razak.


Ia juga menyinggung kemungkinan perubahan mekanisme pemilihan ketua. Menurutnya, meski dalam dua periode terakhir tradisi Golkar Kalteng memilih melalui aklamasi, tak menutup kemungkinan sistem voting digunakan jika diperlukan.


“Kalau memang situasinya berbeda dan harus voting, itu tak masalah. Semua demi menjaga demokrasi di internal partai,” tandasnya.


Lebih jauh, Razak yang juga dikenal sebagai tokoh senior Golkar menyampaikan dorongannya terhadap regenerasi kepemimpinan. Ia menilai sudah waktunya kader muda mengambil peran strategis dalam memimpin partai.


“Usia saya sudah 71 tahun. Sudah saatnya tongkat estafet ini diberikan kepada generasi muda. Mereka yang selama ini kita bina, harus diberi kesempatan,” tegasnya dengan semangat.


Seperti diketahui, suhu politik internal Partai Golkar Kalteng makin menghangat jelang Musyawarah Daerah (Musda). Kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kalteng menjadi rebutan para tokoh berpengaruh.

 

Sempat ada empat nama besar kini disebut-sebut tengah bersiap adu strategi dan kekuatan demi meraih posisi puncak partai berlambang Pohon Beringin tersebut.

 

Persaingan kali ini diprediksi berlangsung sengit. Selain karena posisi ketua memiliki peran strategis dalam arah politik partai, juga karena besarnya pengaruh yang menyertai jabatan tersebut dalam konstelasi politik lokal.

 

Aroma persaingan sudah mulai tercium dari gerakan lobi-lobi elit hingga konsolidasi akar rumput di sejumlah daerah.

 

Empat sosok yang masuk dalam bursa kandidat adalah anggota DPR RI sekaligus pengurus DPP Partai Golkar Mukhtarudin, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, dan Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri.

 


Eddy Raya Mundur, Siapa Diuntungkan?


Keempatnya akan berebut 20 suara yang memiliki hak pilih dalam Musda nanti. Pemilik suara terdiri atas DPD I, 14 DPD II dari kabupaten/kota, serta suara dari DPP, organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta unsur sayap partai seperti pemuda dan perempuan.

 

Untuk memenangkan kursi ketua, kandidat wajib mengantongi minimal 50 persen plus satu dari total suara.

 

Namun kini persaingan makin mengerucut menjadi dua nama, yakni Fairid Naparin dan H Edy Pratowo. Itu menyusul mundurnya sosok kuat H Eddy Raya Samsuri dari bursa calon Ketua Golkar.

 

Sementara Muhktarudin belum menyampaikan kesediaannya maju sebagai kandidat ketua.
Ketua DPD Golkar Barsel Eddy Raya Samsuri mengurungkan niatnya kembali untuk maju sebagai Ketua DPD Golkar Kalteng.


“Biar partai Golkar menjadi partai yang solid, partai yang memegang prinsip kekeluargaan dan menjadi satu rumah Huma Betang yang baik untuk bisa kita mencapai target di 2030. Alasannya, karena saling menghargai, karena ada beberapa kandidat yang serius,” ujarnya.

 

Meski dia tidak memilih maju, Eddy Raya menyebutkan tiga kandidat yang maju di Musda Golkar Kalteng. Dua diantaranya sudah mencuat yakni Edy Pratowo dan Fairid Naparin. Satu nama yang baru muncul yakni Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng Mukhtarudin.

 

”Siapapun yang terpilih, kita minta agar bisa membawa partai Golkar menjadi partai pemenang lima tahun ke depan, dan meraih sebanyak mungkin. Kalau bisa menjadi Ketua DPRD nanti. Karena target dan program kerja itu wajib dari ketua yang baru,” ujarnya.

 


”Kita berharap ketua terpilih punya visi yang baik untuk menggaet kaum milenial dan gen z, karena kedepan kaum milenial dan gen z merupakan suara terbesar di Pemilu ke depan,” terangnya.

 

Soal arah dukungan, Eddy Raya mendukung siapapun kandidat yang sudah siap. Namun demikian, jika DPP Golkar menunjuk dirinya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalteng, dirinya mengaku siap jika diperintahkan partai. ”Kalau diminta DPP, tidak masalah. Kita sebagai kader Golkar yang baik, kita siap,” tegasnya. (*afa/ham/hfz/kpg/ala)

Editor : Agus Pramono
#partai golkar #Huma Betang #H Abdul Razak #fairid naparin #ketua dpd golkar #regenerasi kepemimpinan #abdul razak #pemilu 2029 #Edy Pratowo #Politik Kalteng #eddy raya #bahlil lahadalia