PULANG PISAU– Medan berat dan akses sulit tak menghalangi personel Ditsamapta Polda Kalimantan Tengah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.
Personel tetap sigap melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke area lainnya, Selasa (21/7/2026).
Penanganan karhutla tersebut dipimpin Padal Tim Karhutla, Ipda Hervi Gogor, bersama lima personel Ditsamapta Polda Kalteng. Dalam operasi tersebut, tim juga bersinergi dengan Kapolsek Jabiren Raya Ipda David Fiderson Jaya beserta personel, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, serta Dinas Kehutanan.
Perjalanan menuju lokasi titik api menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Personel harus menyusuri kanal sepanjang kurang lebih dua kilometer menggunakan perahu kecil.
Namun, kondisi air kanal yang surut pada siang hari membuat perjalanan terhambat. Personel bahkan harus mendorong hingga mengangkat perahu secara manual agar dapat terus bergerak menuju lokasi.
Tak hanya itu, sebagian peralatan pemadaman juga harus dibawa melalui jalur darat untuk mempercepat akses menuju titik kebakaran.
Setibanya di lokasi, personel langsung menggelar peralatan dan melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan proses pembasahan atau *cooling down* di area yang terbakar.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali titik api. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif karena api masih terpantau menyebar dan berpotensi meluas.
Direktur Samapta Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Viddy Dasmasela, S.H., S.I.K., M.M., mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.
"Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama, ketangguhan, dan kesiapsiagaan seluruh personel. Meski dihadapkan dengan medan yang sulit, personel tetap mengutamakan keselamatan serta berupaya maksimal agar api tidak semakin meluas. Sinergi bersama instansi terkait menjadi kunci dalam penanganan bencana ini," ujar Viddy.
Setelah proses pemadaman dan pembasahan selesai, seluruh peralatan kemudian dirapikan dan dievakuasi melalui jalur kanal.
Debit air yang mulai meningkat pada sore hari membuat proses evakuasi lebih mudah. Tim menggunakan perahu bermesin untuk menarik perahu yang mengangkut perlengkapan pemadaman hingga seluruh personel dan peralatan berhasil keluar dari lokasi dengan aman.
Melalui penanganan tersebut, Ditsamapta Polda Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
Upaya tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melindungi kelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah.
"Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan titik api. Sinergi antara masyarakat dan seluruh instansi terkait menjadi kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah," tutupnya.(*)
Editor : Agus Pramono