Apdesi Pulang Pisau Ajak Warga Cegah Narkoba dan Karhutla, Radikalisme Tetap Jadi Perhatian

Agus Pramono • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 11:51 WIB
Ketua DPC Apdesi Pulang Pisau, Linda Yadia
Ketua DPC Apdesi Pulang Pisau, Linda Yadia

 

PULANG PISAU – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kabupaten Pulang Pisau, Linda Yadia, mengajak masyarakat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Menurut Linda, pencegahan narkoba dan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Desa sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Baca Juga: TBBR Pulang Pisau Dukung Polri Cegah Narkoba, Radikalisme dan Karhutla di Kalteng

"Kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Pencegahan narkoba dan karhutla bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat," ujar Linda, Senin (17/8/2026).

Ia mengajak masyarakat, khususnya di tingkat desa, tidak memberikan ruang bagi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, narkoba dapat merusak generasi muda dan berdampak terhadap keamanan serta ketahanan sosial masyarakat.

Selain narkoba, Linda mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

 Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi wilayah yang memiliki kawasan rawan kebakaran.

"Karhutla harus kita cegah bersama. Masyarakat harus peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran," katanya.

Linda juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, upaya menciptakan situasi yang aman tidak hanya berkaitan dengan pencegahan narkoba dan karhutla, tetapi juga menghadapi potensi konflik sosial yang dapat muncul akibat berkembangnya paham intoleransi, radikalisme dan terorisme.

"Kita semua harus bersatu memerangi paham intoleransi, radikal, dan terorisme. Jangan sampai paham seperti itu berkembang di Bumi Tambun Bungai," tegasnya.

Ia menilai Kalimantan Tengah selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi dan kerukunan antarmasyarakat. Karena itu, nilai tersebut harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh ideologi yang berpotensi memecah persatuan.

Linda berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi maupun terpengaruh oleh paham yang dapat memicu konflik sosial.

Ia juga mendukung aparat kepolisian mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebarkan paham radikal, intoleran maupun melakukan tindakan yang mengarah pada terorisme.

"Kami mendukung pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas kepada siapa pun yang menyebarkan atau melakukan tindakan yang mengarah pada radikalisme dan terorisme," ujarnya.

Linda menegaskan, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat dan aparat penegak hukum perlu terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, upaya mencegah narkoba, karhutla, radikalisme dan konflik sosial diharapkan dapat dilakukan sejak tingkat desa sehingga Kalimantan Tengah tetap aman, damai dan kondusif.(*)

 

Editor : Agus Pramono
apdesi pulang pisau cegah narkoba karhutla Cegah Radikalisme apdesi