KALTENGPOS.JAWAPOS.COM– Kerusuhan usai laga panas antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe terus berbuntut panjang.
Polda Papua kini resmi menetapkan sedikitnya 15 orang sebagai tersangka dalam kasus kericuhan yang pecah setelah pertandingan play-off promosi Championship 2025/2026 pada Jumat (8/5/2026) lalu.
Kerusuhan yang sempat membuat suasana Stadion Lukas Enembe mencekam itu memicu berbagai tindak kriminal, mulai dari pengeroyokan hingga pencurian kendaraan bermotor.
Kabid Humas Polda Papua, Cahyo Sukarnito, mengatakan polisi sebelumnya mengamankan 41 orang saat dan setelah kerusuhan berlangsung.
Dari jumlah tersebut, 15 orang kini resmi berstatus tersangka, sedangkan 26 lainnya dipulangkan dengan kewajiban wajib lapor.
“Penyelidikan masih terus berjalan. Kami masih melakukan profiling untuk pengembangan kasus. Jumlah laporan juga terus berkembang seiring berjalannya pemeriksaan,” ujar Cahyo, Minggu (17/5/2026).
Tak hanya itu, hingga kini polisi telah menerima total 74 laporan polisi terkait kerusuhan tersebut.
Laporan yang masuk meliputi kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian biasa, perusakan, pengeroyokan, hingga penganiayaan.
Menurut Cahyo, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan para tersangka tidak berasal dari satu kelompok tertentu.
“Kita melihat para tersangka ini tidak saling berkaitan. Tempat tinggalnya berbeda, asal wilayahnya berbeda, umurnya juga berbeda-beda,” jelasnya.
Di tengah proses hukum yang terus berjalan, manajemen Persipura juga tengah menghadapi sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI.
Klub berjuluk Mutiara Hitam itu dijatuhi hukuman larangan bermain dengan penonton selama satu musim penuh akibat insiden kericuhan tersebut.
Keputusan itu langsung mendapat penolakan dari manajemen Persipura. Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, memastikan pihaknya akan mengajukan banding atas hukuman yang dinilai terlalu berat.
“Kami akan mengajukan banding atas sanksi berat yang diberikan Komdis PSSI kepada Persipura,” tegas pria yang akrab disapa BTM tersebut.
Menurut BTM, hukuman tanpa penonton selama satu musim akan sangat berdampak terhadap kondisi finansial klub maupun mental pemain saat bertanding.
Ia berharap Komdis PSSI dapat melihat persoalan secara lebih jeli dan menyeluruh sebelum menjatuhkan hukuman kepada Persipura.
BTM juga menegaskan bahwa selama pertandingan berlangsung hingga laga usai, pengamanan yang dilakukan panitia pelaksana bersama aparat keamanan sebenarnya sudah berjalan sesuai prosedur.
“Perangkat pertandingan dan pemain semuanya aman, tidak ada yang terluka. Keamanan mereka dijamin penuh oleh panitia,” ujarnya.
Manajemen Persipura kini berharap proses banding nantinya dapat meringankan hukuman yang dijatuhkan, sementara aparat kepolisian masih terus mendalami aktor-aktor lain yang terlibat dalam kerusuhan di Stadion Lukas Enembe tersebut.(*)
Editor : Ayu Oktaviana