PADA September 2025, ada sebuah konser Korean Pop (K-Pop) yang membuat Persija terancam jadi tim musafir lagi.
Musim baru Super League 2025/2026 belum dimulai, tapi Macan Kemayoran dan The Jakmania sudah dapat kabar tak sedap terkait pertandingan kandang di Jakarta International Stadium (JIS).
Jadwal Persija Jakarta telah diumumkan secara penuh dari pekan pertama hingga ke-34. Termasuk 17 partai kandang, di mana Macan Kemayoran terjadwal menggunakan JIS sebagai rumahnya full.
Penetapan JIS sebagai rumah Persija Jakarta ini sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani antara manajemen klub dengan PT. Jakarta Propertindo (Perseroda) selaku pengelola stadion. Macan Kemayoran jadi prioritas terkait penggunaan JIS.
Penandatanganan komitmen dan JIS jadi rumah Persija Jakarta itu sesuai dengan instruksi langsung dari Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
Tapi kesepakatan itu tak serta merta membuat Macan Kemayoran bisa langsung semusim penuh berkandang di JIS.
Pada Super League 2025/2026, ada kemungkinan Persija menjadi tim musafir atau dengan kata lain harus berpindah memakai stadion lain karena JIS sudah terlanjur dipakai.
Yakni pada September 2025, di mana sesuai jadwal dari pihak Jakpro, ada konser grup K-Pop yaitu NCT Dream tanggal 27-28 September.
Mohamad Prapanca sebagai Direktur Persija Jakarta, telah mengonfirmasi bahwa pihak Pemrov Jakarta beserta Jakpro telah menetapkan Macan Kemayoran jadi prioritas sebagai kandang di Super League.
"Tapi balik lagi, kemarin ada bersinggungan mengenai reservasi, karena liga dimulai selalu tengah tahun, sedangkan Jakpro mulai (menyusun) komersil setiap awal tahun," terang Prapanca.
"Kita lagi coba untuk ke depan untuk bisa sinkronisasi. Kita ada missed sedikit di bulan September karena ada konser K-Pop," tambahnya.
"Jadi sampai hari ini, pihak Pemprov dan Jakpro sudah mengonfirmasi terkait dengan jadwal penggunaan JIS prioritas utama untuk jadwal Liga (Super League). Yang ini JIS dipakai untuk Persija," ucap Prapanca di Taman Menteng, Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Di sisi lain, Prapanca tak menampik ada satu kendala terkait penggunaan JIS sebagai rumah Persija. Yakni bentroknya jadwal pertandingan Super League dengan konser K-Pop pada bulan September.
Lantas bagaimana solusinya? Prapanca menyebut bahwa manajemen dan Jakpro sebagai pengelola JIS tengah mencari cara agar usai dipakai konser K-Pop tersebut, JIS bisa langsung digunakan Persija untuk bertanding.
"Nah kita lagi berjibaku bersama JIS, untuk gimana caranya cari teknologi (untuk rumput) setelah itu (konser) Persija langsung bisa main. Karena kemarin kan ada konser 45 hari, kadang-kadang 2 bulan, lebih dari 2 bulan," tegas Prapanca.
"Jadi sekarang Jakpro sedang berdiskusi dengan beberapa vendor untuk bisa mengakselerasi itu. Jadi kita juga bantu Jakpro untuk mencari agar bisa bekerja sama," imbuh dia.
Andai Persija terusir dari JIS, maka nasibnya tak berbeda jauh dengan musim lalu. Pada Liga 1 2024/2025, Macan Kemayoran hanya bisa main enam kali di JIS, sementara 11 laga kandang lain menggunakan lima stadion lain.
Yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Patriot Candrabhaga (Bekasi), Stadion Pakansari (Bogor), Indomilk Arena (Tangerang), hingga Stadion Sultan Agung (Bantul).(jpc)
Editor : Ayu Oktaviana