Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Penyesalan Terbesar Robin van Persie: Gagal Gabung Barcelona karena Terlalu Cepat Tinggalkan Manchester United, Kini Berharap Kembali Sebagai Pelatih!

Agus Pramono • Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:38 WIB

Robin van Persie Ungkap Penyesalan Terbesar: Gagal Bermain untuk Klub Impiannya, Barcelona
Robin van Persie Ungkap Penyesalan Terbesar: Gagal Bermain untuk Klub Impiannya, Barcelona
Robin van Persie dikenal sebagai salah satu striker paling mematikan yang pernah dimiliki Belanda. Sepanjang kariernya, ia telah mencetak banyak gol indah dan membela klub-klub besar seperti Arsenal, Manchester United, hingga Fenerbahce.

 

Namun siapa sangka, di balik deretan prestasinya, ada satu penyesalan besar yang masih menghantuinya: gagal bermain untuk FC Barcelona.

 

Dalam wawancara di kanal YouTube SEG STORIES, Van Persie mengungkapkan bahwa Barcelona adalah klub impiannya sejak lama. Ia pernah sangat berharap bisa mengenakan seragam Blaugrana, terutama setelah meninggalkan Manchester United pada 2015.

 

“Aku selalu ingin bermain untuk Barcelona,” ungkap Van Persie. “Saat itu, Kees Vos, agennya menyampaikan kabar bahwa peluang itu kemungkinan besar tidak akan terjadi.

 

Aku bilang ‘kemungkinan besar’, padahal dalam hati aku tahu itu berarti ‘pasti tidak’. Aku benar-benar berharap masih ada jalan untuk mewujudkannya. Itu adalah impian terbesarku.”

 

Menurut sang agen, Kees Vos, peluang itu sebenarnya masih terbuka lebar andai Van Persie tidak terlalu cepat meninggalkan Manchester United.

 

Jika ia bertahan sedikit lebih lama di Old Trafford, transisinya ke Barcelona bisa saja menjadi kenyataan.

 

“Kalau dia menunggu sedikit lebih lama di United sebelum ke Fenerbahce, dia bisa menjadi opsi serius. Berasal dari United akan memberi kesan berbeda dibandingkan datang dari Fenerbahce,” kata Vos.

 

Pada tahun 2015, Barcelona tengah mencari pelapis untuk Luis Suarez. Namun akhirnya, mereka merekrut Paco Alcacer dari Valencia di tahun berikutnya.

 

Setelah masa singkat di Fenerbahce, Van Persie kembali ke klub masa kecilnya, Feyenoord, dan menutup kariernya dengan elegan: mencetak 18 gol dan membawa klub lolos ke Liga Champions musim 2019/20.

 

Kini, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih kepala Feyenoord sejak Februari 2025.

 

Meskipun tak sempat merumput di Camp Nou, dunia sepak bola belum menutup pintu bagi Van Persie.

 

Bukan tak mungkin, suatu saat ia justru hadir di La Liga bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih dan mungkin, menginjakkan kaki di stadion impiannya dalam kapasitas berbeda. (*cha)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Agus Pramono
#sepak bola eropa #robin van persie #arsenal #barcelona #Kees Vos #transfer gagal #manchester united #fenerbahce #luis suarez #la liga