Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Drama Piala Afrika Belum Usai! Senegal Ajukan Banding, Gelar Juara AFCON 2025 Masih Bisa Berubah

Petrus • Kamis, 26 Maret 2026 | 17:30 WIB

Para pemain Senegal merayakan kemenangan atas Maroko pada final Piala AFCON 2025 di Rabat, Maroko, Minggu (18/1/2026). (Sumber: AP Photo/Youssef Loulidi)
Para pemain Senegal merayakan kemenangan atas Maroko pada final Piala AFCON 2025 di Rabat, Maroko, Minggu (18/1/2026). (Sumber: AP Photo/Youssef Loulidi)

DRAMA final Piala Afrika 2025 ternyata belum benar-benar berakhir. Setelah gelar juara mereka dicabut oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), kini Timnas Senegal kembali membuka harapan baru usai Pengadilan Arbitrase Olahraga resmi menerima banding yang mereka ajukan.

Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah sepak bola Afrika.

Senegal yang sempat menang 1-0 atas Timnas Maroko di final justru dinyatakan kalah 0-3 karena aksi walk out yang mereka lakukan saat memprotes penalti untuk lawan.

Kini, keputusan tersebut berpotensi berubah. Jika banding Senegal dikabulkan oleh CAS, bukan tidak mungkin gelar juara Piala Afrika 2025 kembali berpindah tangan.

Dunia sepak bola Afrika pun kembali memanas menunggu putusan akhir.

 

CAS Resmi Terima Banding Senegal

Court of Arbitration for Sport mengonfirmasi telah menerima pengajuan banding dari Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) terkait pencabutan gelar juara Piala Afrika 2025 oleh Confederation of African Football.

Dalam pernyataan resminya, CAS menyebut bahwa Senegal ingin membatalkan keputusan CAF dan meminta agar mereka kembali ditetapkan sebagai juara Piala Afrika 2025.

Selain itu, Senegal juga meminta penangguhan batas waktu pengajuan dokumen hingga CAF memberikan alasan lengkap atas keputusan kontroversial tersebut.

Panel arbitrase akan segera dibentuk dan jadwal persidangan akan ditentukan dalam waktu dekat.

 

Kronologi Kontroversi Final Senegal vs Maroko

Kontroversi bermula pada final Piala Afrika 2025 di Rabat saat wasit memberikan penalti kepada Maroko.

Keputusan tersebut memicu protes keras pemain Senegal hingga mereka meninggalkan lapangan selama sekitar 14 menit sebagai bentuk protes.

Meski akhirnya kembali ke lapangan dan pertandingan dilanjutkan, Senegal tetap berhasil menang 1-0 melalui perpanjangan waktu dan sempat merayakan gelar juara.

Namun, beberapa waktu kemudian CAF menganulir hasil pertandingan tersebut dan menetapkan Senegal kalah 0-3 karena dianggap melanggar regulasi akibat walk out.

Keputusan inilah yang memicu kemarahan besar dari federasi dan pemerintah Senegal.

 

Senegal Sebut Keputusan CAF Tidak Adil

Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Senegal, Abdoulaye Seydou, menilai keputusan CAF sebagai keputusan yang tidak adil dan mencoreng sepak bola Afrika.

Menurutnya, pencabutan gelar juara tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan Senegal akan terus berjuang hingga hak mereka dikembalikan.

Senegal bahkan yakin keputusan CAF memiliki cacat hukum dan percaya CAS akan memberikan keputusan yang lebih adil.

 

Gelar Piala Afrika Masih Bisa Berubah

Dengan diterimanya banding ini, status juara Piala Afrika 2025 masih belum sepenuhnya final.

Jika CAS memenangkan Senegal, maka gelar juara bisa kembali diberikan kepada Senegal dan keputusan CAF dibatalkan.

Kasus ini diprediksi akan menjadi salah satu sengketa sepak bola terbesar di Afrika dalam beberapa tahun terakhir dan bisa menjadi preseden penting dalam regulasi pertandingan internasional.

Dunia sepak bola kini menunggu: apakah Senegal akan kembali menjadi juara, atau Maroko tetap mempertahankan gelar kontroversial tersebut? (psn/net)

Editor : Petrus
#Piala Afrika #senegal #banding #berubah #AFCON 2025 #gelar juara