Tak Hanya Palangka Raya, Matahari di Sampit Juga Berwarna Merah, Ini Penyebabnya

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:19 WIB
Matahari berwarna kemerah-merahan di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Matahari berwarna kemerah-merahan di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT — Fenomena matahari berwarna merah juga terlihat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Jumat (21/8/2026) sore. Sekitar pukul 17.00 WIB, matahari tampak lebih merah dan pekat menjelang terbenam.

Fenomena serupa sebelumnya menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Di Sampit, warna merah pada matahari diduga kuat berkaitan dengan kondisi atmosfer yang dipenuhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Suci Ima, salah seorang warga Sampit, mengatakan warna merah pada matahari mulai terlihat pada sore hari, terutama menjelang matahari terbenam.

Baca Juga: Sampit Tampak Bersih dari Asap, tapi 6.276 Hotspot Muncul Sepanjang Agustus 2026

“Dari tadi sore mataharinya warna merah. Mungkin akibat asap karhutla yang naik ke atas,” katanya.

Kondisi tersebut bukan sekadar fenomena visual. Berdasarkan data ISPUNet, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Sampit tercatat mencapai 111, yang masuk kategori tidak sehat.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, M. Inggit Rizki A, menjelaskan perubahan warna matahari menjadi merah salah satunya disebabkan oleh tebalnya asap karhutla yang mengandung partikel debu dan polusi.

“Matahari terlihat merah salah satunya karena terhalang oleh asap tebal hasil kebakaran hutan dan lahan. Di dalam asap tersebut terdapat partikel-partikel debu dan polusi yang sangat rapat,” jelasnya saat dikonfirmasi Kaltengpos.jawapos.com.

Menurutnya, ketika cahaya matahari melewati lapisan asap tersebut, gelombang cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek, seperti biru dan hijau, lebih banyak terhalang atau terserak.

Sebaliknya, warna jingga hingga merah memiliki panjang gelombang lebih kuat sehingga lebih mampu menembus lapisan asap dan akhirnya sampai ke mata manusia.

“Warna-warna lain seperti biru dan hijau terhalang dan hilang karena gelombang cahayanya pendek. Hanya warna jingga hingga merah yang memiliki gelombang cahaya paling kuat dan panjang yang berhasil lolos menembus asap atau polusi tebal hingga sampai ke mata kita,” ujarnya.

Baca Juga: Napas Warga Palangka Raya Sesak oleh Kabut Asap, Bapenda Malah Razia Pajak, Auto Dikritik Netizen

Inggit menjelaskan, warna jingga pada matahari saat senja sebenarnya merupakan fenomena yang normal.

Ketika posisi matahari semakin rendah di horizon, cahaya matahari harus menempuh perjalanan lebih panjang melalui atmosfer sebelum mencapai mata manusia.

Perjalanan tersebut menyebabkan sebagian warna dengan panjang gelombang lebih pendek, terutama biru, tersaring lebih banyak.

Akibatnya, warna jingga dan merah menjadi lebih dominan. Namun, keberadaan kabut asap karhutla membuat efek tersebut menjadi jauh lebih kuat.

“Pada senja normal, matahari berwarna jingga karena posisinya yang rendah pada horizon membuat sinarnya harus melewati bagian atmosfer yang lebih panjang untuk sampai ke mata kita. Perjalanan panjang ini otomatis juga menyaring warna biru,” katanya.

Ketika atmosfer dipenuhi asap karhutla, jalur cahaya yang sudah panjang tersebut kembali berhadapan dengan konsentrasi partikel polusi yang lebih tinggi.

“Ketika ada kabut asap karhutla, jalur perjalanan cahaya yang sudah panjang tersebut diperparah oleh jutaan partikel polusi padat. Akibatnya, penyaringan warna menjadi sangat signifikan, menyisakan warna merah yang lebih pekat,” jelasnya.

Dengan demikian, matahari berwarna merah pekat yang terlihat dari Sampit bukan berarti matahari berubah warna.

Fenomena tersebut merupakan efek optik akibat cahaya matahari yang melewati atmosfer dengan kandungan partikel asap dan polusi yang tinggi.

Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran visual dari kondisi atmosfer saat kabut asap karhutla menyelimuti wilayah Sampit. Terlebih, pada saat yang sama, kualitas udara berdasarkan ISPU berada pada kategori tidak sehat. (*)

Editor : Agus Pramono
matahari berwarna merah penyebab matahari merah matahari merah kabut asap bmkg