PALANGKA RAYA – Yayasan Himbara Raya Indonesia (HIRAI) menggelar kegiatan Kick Off Program Kerja Tahun 2026 pada 10 Januari 2026 di Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi langkah awal HIRAI dalam memulai rangkaian program strategis sepanjang tahun 2026 sekaligus sebagai forum konsolidasi dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sejumlah stakeholder dari berbagai latar belakang hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain perwakilan instansi pemerintah pusat dan daerah, seperti Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Balai Perhutanan Sosial Banjarbaru, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS) Kahayan.
Selain itu, turut hadir pula perwakilan organisasi masyarakat sipil dan mitra non-pemerintah seperti Borneo Nature Foundation (BNF), Replant World, Yayasan Cakrawala Indonesia (YCI), kelompok tani hutan Kahui, mitra usaha lokal, alumni, serta relawan HIRAI.
Co-founder HIRAI dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Kick Off ini merupakan momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Tengah.
“Program kerja tahun 2026 kami rancang tidak hanya berfokus pada isu lingkungan dan kehutanan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, sebagai aktor utama perubahan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, HIRAI secara resmi memperkenalkan program baru bertajuk HIRAI Srikandi Lestari, sebuah program kewirausahaan yang ditujukan bagi kelompok perempuan di Kalimantan Tengah dengan target lokasi Kota
Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau. Program ini dirancang untuk membina kelompok wanita agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan sekaligus membangun ekosistem ekonomi baru berbasis potensi lokal dan prinsip kelestarian lingkungan.
Koordinator Program HIRAI Srikandi Lestari menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan usaha, tetapi juga pendampingan jangka panjang.
“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Harapannya, dari program ini akan lahir ekosistem ekonomi baru yang inklusif, mandiri, dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Selain program pemberdayaan perempuan, HIRAI juga meluncurkan HIRAI Youth Camp, sebuah program kepemudaan yang akan dilaksanakan pada Juli 2026 dengan skala nasional. Program ini akan melibatkan anak-anak muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk terlibat langsung dalam isu perubahan lingkungan dan pelestarian hutan gambut di Kalimantan Tengah.
Perwakilan salah satu stakeholder yang hadir menyambut baik langkah HIRAI dalam melibatkan berbagai pihak sejak awal perencanaan program.
“Kami mengapresiasi inisiatif HIRAI yang membuka ruang kolaborasi dan komunikasi. Sinergi seperti ini sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Kick Off Program Kerja 2026 ini, HIRAI berharap seluruh pihak yang terlibat dapat berjalan bersama dalam semangat kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, dengan menempatkan masyarakat lokal, perempuan, dan generasi muda sebagai pusat dari setiap upaya perubahan.(hms/bud/b)
Editor : Ayu Oktaviana