SUKAMARA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran turun langsung ke Kabupaten Sukamara untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga di tengah kemarau panjang dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kunjungan tersebut dirangkai dengan penyaluran bantuan pangan, bantuan sosial, layanan kesehatan hingga distribusi air bersih, Senin (5/10).
Kehadiran Gubernur di Sukamara menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung dan memastikan berbagai program bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Gubernur Agustiar Sabran Janjikan Bantuan Penanganan Karhutla di Kotim
“Melalui silaturahmi seperti ini, antara yang dipimpin dan yang memimpin dapat saling mengenal. Dengan saling mengenal, akan terbangun chemistry sehingga kami dapat mengetahui secara langsung kondisi masyarakat. Kami tidak ingin hanya menerima laporan di meja, tetapi ingin melihat dan mengetahui langsung apa yang dibutuhkan masyarakat serta apa yang harus kami lakukan,” ujar Agustiar.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Kalteng menyalurkan Bantuan Pangan Gubernur, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), pemeriksaan kesehatan gratis, masker, vitamin serta air bersih bagi masyarakat.
Sebanyak 868 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) KHBS di Sukamara menerima bantuan tunai sebesar Rp250 ribu per KPM. Selain itu, pemerintah menyalurkan 2.500 paket bantuan pangan yang masing-masing berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter.
Bantuan juga menyasar masyarakat terdampak karhutla di Kecamatan Pantai Lunci. Di wilayah tersebut, sebanyak 1.000 paket bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat, disertai BLT KHBS sebesar Rp250 ribu kepada 164 KPM.
Baca Juga: Gubernur Agustiar Sabran Menilai Karhutla di Kalteng Belum Layak Berstatus Bencana Nasional
Agustiar menegaskan, penyaluran bantuan harus dilakukan secara tepat sasaran. Karena itu, pemerintah daerah diminta terus memperbaiki data penerima melalui proses verifikasi dan validasi.
“Kita ingin bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. Data harus terus diperbaiki, diverifikasi dan divalidasi agar bantuan pemerintah tepat sasaran,” tegasnya.
Menurut Agustiar, program KHBS merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial masyarakat. Program tersebut tidak hanya mencakup bantuan pangan dan tunai, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Selain bantuan pangan dan sosial, Pemprov Kalteng turut mendistribusikan 2.300 liter air bersih bagi masyarakat. Pemerintah juga mendorong penguatan sarana penanganan karhutla, termasuk pembangunan dan pemanfaatan sumur bor.
“Harapan saya sumur bor itu bisa difungsikan dua fungsi, satu untuk air bersih dan satu untuk pemadaman,” katanya.
Agustiar mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni hingga masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan penanganan kebakaran sekaligus dampaknya terhadap warga dapat dilakukan secara cepat.
Baca Juga: Langkah Pemprov Kalteng Usai Tanggap Darurat Karhutla, Bangun Sumur Bor, Rp72 Miliar Siap Dipakai
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur dan konektivitas Sukamara, termasuk akses menuju Kalimantan Barat. Menurutnya, konektivitas yang semakin baik dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
Seiring dengan perkembangan kawasan, Agustiar mengingatkan masyarakat agar menjaga aset yang dimiliki, terutama tanah.
“Kita harus menjaga aset kita. Jangan sampai ketika daerah ini berkembang, masyarakat justru kehilangan tanahnya. Jangan mudah menjual tanah,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, kunjungan Gubernur ke Pantai Lunci merupakan bagian dari upaya pemerintah melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak karhutla.
“Selain bantuan pangan, sebelumnya pemerintah juga telah memberikan dukungan berupa air bersih, masker dan vitamin kepada masyarakat yang terdampak karhutla,” kata Linae.
Ia menjelaskan, bantuan pangan di Pantai Lunci diprioritaskan bagi masyarakat terdampak karhutla, khususnya warga yang belum menerima bantuan melalui program KHBS. Pemprov Kalteng bersama pemerintah daerah terus melakukan verifikasi dan validasi agar bantuan dapat diberikan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Pemprov Kalteng Sudah Siapkan 450 Ribu Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla
Bupati Sukamara Masduki mengapresiasi perhatian Pemprov Kalteng terhadap masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi warga yang menghadapi dampak kemarau panjang dan karhutla.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Gubernur kepada masyarakat Sukamara. Bantuan ini sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak,” ungkap Masduki.
Masduki mengatakan, Pemkab Sukamara bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan karhutla melalui patroli, pemantauan titik panas, sosialisasi pencegahan hingga pemadaman. Upaya tersebut melibatkan BPBD, TNI, Polri, Damkar, Manggala Agni dan masyarakat.
Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten terus diperkuat sehingga persoalan karhutla maupun kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran, Wakil Bupati Sukamara Nur Efendi, unsur Forkopimda Kabupaten Sukamara, Sekda Kalteng Linae Victoria Aden, sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Kalteng dan Kabupaten Sukamara, camat, lurah serta kepala desa.(*)
Editor : Ayu Oktaviana