TERSEMBUNYI di jantung Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Taman Nasional Danau Sentarum menjadi salah satu kekayaan alam Indonesia yang luar biasa.
Mengutip Wikipedia, luas wilayah ini mencapai ±132.000 hektare, taman nasional ini menyuguhkan bentang alam unik berupa danau musiman (23%) dan hutan rawa (49%), serta sebagian kecil kawasan berbukit yang menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa langka.
Ditetapkan sebagai situs Ramsar sejak tahun 1994, kawasan ini dikenal memiliki iklim lembap dan selalu basah, menjadikannya tempat ideal bagi perkembangan keanekaragaman hayati.
Di sini tumbuh berbagai spesies tumbuhan endemik seperti Eugenia ambigua, Rhodoleia spp, dan Vatica cf umbronata.
Tak hanya itu, sejumlah satwa langka dan dilindungi juga hidup di dalamnya, mulai dari buaya sinyulong, buaya muara, buaya siam, hingga orang utan dan bekantan yang mendiami tepian danau dan sungai.
Bahkan, perairan Danau Sentarum menjadi rumah bagi ikan arwana merah, salah satu spesies ikan hias paling langka dan bernilai tinggi di dunia.
Selain menjadi kawasan konservasi, Taman Nasional Danau Sentarum juga dikenal sebagai penghasil madu alami terbesar di Kalimantan Barat.
Sejak tahun 2007, madu dari kawasan ini telah mendapatkan sertifikasi Sistem Pangan Organik dari BIOCERT, menandakan kualitasnya yang unggul.
Proses panennya pun dilakukan secara tradisional namun higienis, mulai dari pemisahan madu dari sarang dengan pisau antikarat hingga penyaringan menggunakan kain kasa untuk menjaga kemurnian rasa dan warna.
Keindahan alam, kekayaan ekosistem, serta manfaat ekonominya menjadikan Taman Nasional Danau Sentarum bukan sekadar kawasan konservasi, tetapi juga simbol harmoni antara alam dan kehidupan masyarakat lokal yang menggantungkan penghidupan dari kelestarian hutan dan danau di sana. (net/abw)