Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pelajar Kalteng Sabet 3 Emas di ISIF 2025: Ciptakan Teh Anti-Ambeien dari Kulit Sentul

Agus Pramono • Selasa, 18 November 2025 | 22:36 WIB
Pelajar Kalimantan Tengah meraih 3 medali emas pada ajang Sains Internasional 11 - 15 November Bali.
Pelajar Kalimantan Tengah meraih 3 medali emas pada ajang Sains Internasional 11 - 15 November Bali.

DENPASAR-Dunia penelitian remaja Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan. Tiga tim pelajar dari SMAN 2 Palangka Raya dan SMAN 3 Palangka Raya yang tergabung dalam Central Borneo Scientific Organizations (CBSO) sukses menyapu bersih tiga medali emas di kompetisi International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 di Bali.

Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian datang dari tim yang dipimpin oleh Wynona Anneliese Winterberg. 

Tim ini menemukan solusi alami, praktis, dan berbasis kearifan lokal untuk mengatasi penyakit wasir (ambeien) yang banyak diderita masyarakat.

Melalui penelitian berjudul “San koetjape Cortex Tea: Sandoricum koetjape Bark as a Natural Remedy for Hemorrhoids”, Wynona bersama Christy, Beatrix Fuji Emmanuella Putri, Karnida, Hillary Natasha Saconk, Devita Aurelia Zefanya, dan Puttri Candra Kirana mengembangkan teh herbal dari kulit batang sentul (Sandoricum koetjape).

Sentul merupakan tanaman lokal Kalimantan yang ternyata memiliki efek alami untuk meredakan gejala ambeien.

“Kami bangga dapat membuktikan bahwa kekayaan alam Kalimantan, khususnya kulit batang sentul, dapat diolah menjadi produk herbal yang bermanfaat luas. Dengan bentuk teh, masyarakat bisa mengonsumsinya secara praktis,” ujar perwakilan CBSO.

 

Tanaman Kalimantan, Prestasi untuk Dunia

Inovasi “San koetjape Cortex Tea” tak hanya meraih perhatian juri, tetapi juga membawa pulang dua penghargaan khusus, yakni Special Award dari juri ISIF 2025 dan Special Award dari GISA (Gifted in Science Academy).

Pendekatan ilmiah modern yang dipadukan dengan kearifan lokal menjadi nilai lebih penelitian ini.

Ketiga tim yang berkompetisi dalam kategori Life Science ini mengusung penelitian berbasis tanaman lokal Kalimantan. 

Keberhasilan mereka tidak lepas dari bimbingan intensif Helita, M.Pd, guru SMAN 2 Palangka Raya, dan kolaborasi erat dalam organisasi CBSO.

Baca Juga: Guru dan Siswa SMAN 2 Palangka Raya Raih Prestasi Gemilang di NRTC dan ISIF

Prestasi ini diharapkan mampu memicu semangat generasi muda Kalimantan Tengah untuk terus berinovasi dan menunjukkan potensi daerah di tingkat internasional.

ISIF 2025 sendiri merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA), menjadi wadah bagi pelajar menampilkan karya ilmiah terbaik mereka.(*/ram)

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Agus Pramono
#penelitian #sentul #ambeien #teh #riset #inovasi #SMAN 2 Palangka Raya #ISIF