Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

FGD Polres Kapuas Membahas Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat

H
Penulis: Hartoyo❯
Pendamping Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 TA 2026 Kompol Eka Dj saat FGD.(Humas)
Pendamping Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 TA 2026 Kompol Eka Dj saat FGD.(Humas)

Advertisement

KUALA KAPUAS – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas masih menjadi perhatian. Terlebih, karakteristik lahan gambut membuat api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar mati.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Internal Polres Kapuas bertema Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 Tahun Anggaran (TA) 2026 yang diikuti 10 peserta. Para serdik didampingi Kombes Pol Eka Djunaidi dan Kombes Pol Andi Sofian.

Advertisement

Kegiatan dihadiri pejabat utama (PJU), para kapolsek dan bhabinkamtibmas. Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari diwakili Wakapolres Kapuas Kompol Susilowati.

Dalam FGD tersebut dibahas strategi penanganan karhutla, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pemerintah daerah dan kepolisian dalam mencegah dan menangani kebakaran.

“Kapuas termasuk lima besar dalam upaya penanggulangan karhutla di Polda Kalimantan Tengah,” ujar Susilowati.

Advertisement

Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 5 September 2026, tercatat 17.371 hotspot dan 198 kejadian karhutla. Luasan lahan terbakar mencapai 1.530,92 hektare. Pemadaman darat telah dilakukan 146 kali dan pengecekan karhutla/hotspot sebanyak 89 kali. Tidak terdapat korban meninggal maupun luka-luka.

Sejumlah wilayah hulu menjadi perhatian, di antaranya Sungai Hanyo, Kapuas Tengah, Kapuas Murung dan Pasak Talawang. Karhutla juga terjadi di Desa Tabore dan Katunjung.

Selain itu, delapan wilayah menjadi titik prioritas pemadaman. Yakni Kapuas Tengah, Mantangai, Timpah, Dadahup, Kapuas Murung, Kapuas Timur, Basarang dan Kapuas Barat.

Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam pemadaman. Meski api di permukaan sudah padam, asap masih dapat mengepul karena bara api bertahan di bawah permukaan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Polisi Gerebek Rumah di Kapuas, 18 Paket Sabu dan Rp7 Juta Disita

Polisi Gerebek Rumah di Kapuas, 18 Paket Sabu dan Rp7 Juta Disita

Sebanyak 18 paket sabu dengan berat bruto 2,66 gram ditemukan polisi saat menggeledah sebuah rumah di Desa Sei Teras.

Polres Kapuas Ungkap Empat Kasus, dari Pembakaran Lahan hingga Pencurian

Polres Kapuas Ungkap Empat Kasus, dari Pembakaran Lahan hingga Pencurian

Polres Kapuas mengungkap empat laporan polisi dalam sejumlah kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas.

Anggaran Kapuas 2027 Naik Jadi Rp2,12 Triliun, Defisit Rp258 Miliar

Anggaran Kapuas 2027 Naik Jadi Rp2,12 Triliun, Defisit Rp258 Miliar

Anggaran belanja Kabupaten Kapuas tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp2,12 triliun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer