
SAMPIT – Kabut asap tebal imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (8/8/2026).
Sejak malam hari, kabut tipis sudah mulai turun. Kondisi tersebut semakin parah pada pagi hari.
Dari dua alat yang dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada pukul 06.00 WIB menunjukkan angka 440 di sekitar kawasan bandara dan 146 di kawasan Kantor BPBD Kotim, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 6.
Baca Juga: Bundaran KB Sampit Hampir Roboh Lantaran Ditabrak 3 Kendaraan saat Kabut Asap
“Kondisi PM 2.5 dalam keadaan tidak sehat. Mohon untuk penyesuaian dalam beraktivitas di luar ruang, terutama untuk aktivitas kelompok rentan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam.
Kondisi kabut asap memaksa warga yang beraktivitas harian menggunakan masker. Jarak pandang pun menjadi terbatas akibat tebalnya kabut asap pada pagi hari.
“Situasi pagi ini jarak pandang 300-400 meter. Mudah-mudahan dalam dua jam ke depan, kondisi ini menjadi lebih baik,” bebernya.
“Penggunaan masker pelindung hidung dan mulut menjadi keharusan bila dipakai saat beraktivitas luar ruang,” lanjut Multazam yang juga menjabat sebagai Komandan Harian Posko Bencana Karhutla dan Kekeringan.
Karhutla di Kotim memang kian parah. Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Karhutla Kotim pada Jumat (7/8/2026) pukul 22.45 WIB, terdeteksi 223 hotspot pada pagi hari dan 108 titik pada sore hari.
Sementara itu, terdapat sedikitnya 15 lokasi yang terpantau mengalami karhutla dengan kondisi bervariasi, mulai dari aktif, berasap, terkendali, hingga telah padam.
Sejumlah titik yang masih aktif berada di kawasan yang cukup dekat dengan permukiman.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




