Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Langit Gelap, Angin Menderu! BPBD Kotim Ingatkan Warga Tak Abaikan Tanda Alam

Agus Pramono • Kamis, 13 November 2025 | 17:30 WIB

Ilustrasi cuaca ekstrem.
Ilustrasi cuaca ekstrem.
SAMPIT – Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah wilayah diterpa angin kencang hingga menyebabkan beberapa pohon tumbang. Selain itu, atap bangunan juga terbang akibat hembusan angin.

Di wilayah selatan, banjir akibat pasang surut air laut menerjang. Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memperkirakan potensi gelombang tinggi di wilayah Teluk Sampit.

Terkait hal itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan cuaca dan tanda-tanda alam di sekitar. Dalam beberapa hari terakhir, kondisi langit gelap, angin kencang, dan hujan deras sering menjadi pertanda datangnya cuaca ekstrem yang menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan masyarakat perlu memahami gejala alam yang bisa menjadi sinyal bahaya, seperti awan gelap yang cepat bergerak atau hembusan angin yang makin kencang.

“Ketika awan mulai menghitam dan angin terasa semakin kuat, sebaiknya hindari aktivitas di luar ruangan, terutama di bawah pepohonan. Kami sudah menangani beberapa kejadian pohon tumbang yang diawali kondisi seperti itu,” ujar Multazam, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, sejak 7 November lalu, sejumlah kejadian cuaca ekstrem tercatat di beberapa kecamatan. Di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, atap minimarket lepas tertiup angin dan menimpa rumah warga dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp75 juta. Di lokasi lain, kanopi Puskesmas Pundu juga rusak akibat terpaan angin kencang.

“Kerugiannya cukup besar meski tidak ada korban jiwa. Kecepatan angin rata-rata di atas 50 kilometer per jam, cukup kuat untuk merusak bangunan ringan,” jelasnya.

Selain itu, BPBD mencatat tujuh pohon tumbang di titik berbeda. Sebagian besar karena kondisi akar yang lemah dan tajuk pohon yang terlalu rimbun. Multazam menilai, hal ini menjadi perhatian bersama untuk dilakukan pemangkasan agar tidak membahayakan warga saat cuaca ekstrem melanda.

“Pohon-pohon itu tidak selalu tua, tapi akarnya tidak kuat menahan beban ketika diterpa angin. Kami akan koordinasi dengan dinas terkait agar ada pemangkasan di titik rawan,” tambahnya.

Multazam juga menyebut adanya laporan banjir rob di Kecamatan Teluk Sampit yang kini masih dipantau. Selain itu, ia mengimbau pihak PLN dan penyedia jaringan internet agar cepat tanggap jika terjadi gangguan di lapangan akibat kabel tersangkut pohon tumbang.

“Kami harap instansi terkait bisa segera turun ketika ada situasi darurat, karena kabel listrik atau internet sering kali menghambat proses evakuasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak, seperti kondisi panas terik di siang hari yang disusul hujan deras dan angin kencang pada sore hari.

“Cuaca ekstrem ini sulit diprediksi, jadi masyarakat harus rajin memantau peringatan dini dari BMKG. Sekecil apa pun tanda-tandanya, jangan diabaikan,” pungkasnya.(mif)

Editor : Agus Pramono
#cuaca buruk #cuaca ekstrem #hujan deras #bpbd kotim