SAMPIT-Program ketahanan pangan terus digencarkan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satunya melalui kegiatan Penanaman Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian di tingkat desa.
Kolaborasi Tiga Pilar dan Kelompok Tani
Penanaman jagung dilakukan oleh Kelompok Tani Haduhup Balum bersama jajaran Polsek Pulau Hanaut dan Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Pulau Hanaut, Sekretaris Camat Pulau Hanaut, Kepala BPP Kecamatan Pulau Hanaut, Kepala Desa Hanaut, Kanit Binmas, Kanit Propam, perwakilan PT RMU, serta Ketua dan anggota Kelompok Tani Haduhup Balum.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Pulau Hanaut Iptu Purwono menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah di sektor pangan.
"Penanaman dilaksanakan di lahan milik anggota sekaligus Ketua Kelompok Tani Haduhup Balum, Eliyas, dengan luas sekitar satu hektare,"katanya.
Benih yang digunakan adalah jagung varietas Bisi 18, bantuan dari Dinas Pertanian melalui BPP Kecamatan Pulau Hanaut dalam Program CPCL. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 20 x 70 sentimeter untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Selanjutnya, proses pemeliharaan hingga masa panen akan dilanjutkan secara mandiri oleh anggota kelompok tani.
Kejar Target 28,12 Hektare
Untuk tahun 2026, Kecamatan Pulau Hanaut menargetkan total luas tanam jagung mencapai 28,12 hektare. Hingga periode awal tahun ini, target capaian ditetapkan sebesar 25 persen atau sekitar 7,03 hektare.
Kegiatan penanaman kuartal pertama ini menjadi bagian dari upaya mengejar target tersebut secara bertahap.
Baca Juga: Membanggakan! PAD Desa Purwodadi Kabupaten Pulang Pisau Tembus Rp405 Juta
Dukungan Pemerintah Desa
Kepala Desa Hanaut, Nanang Kosim, menyatakan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan yang dijalankan di wilayahnya. Ia berharap kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah kecamatan, dan aparat kepolisian dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.(ram)
Editor : Ayu Oktaviana