NANGA BULIK-Pemerintah Kabupaten Lamandau menyoroti minimnya kontribusi bidang pertambangan yang diterima oleh daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH).
Hal tersebut dibuktikan bahwa Kabupaten Lamandau tercatat sebagai daerah dengan penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan terendah di Provinsi Kalimantan Tengah.
Namun kenyataan ini berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, yang mencatat bahwa Kabupaten Lamandau menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Kalimantan Tengah.
Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa sektor pertambangan tidak selalu menjadi penentu utama kesejahteraan masyarakat di suatu daerah. Sekaligus menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya kontribusi sektor tambang terhadap pendapatan daerah.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya menegaskan sejak awal pemerintah daerah tidak menjadikan pertambangan sebagai satu-satunya tumpuan pembangunan.
Arah kebijakan pembangunan difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat, pemerataan pembangunan, serta optimalisasi sektor-sektor produktif yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Pembangunan di Lamandau kami arahkan agar benar-benar berdampak pada masyarakat. Yang terpenting bukan seberapa besar sektor tertentu menyumbang pendapatan, tetapi bagaimana manfaat pembangunan bisa dirasakan secara langsung dan merata,” ujar Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui sektor non-tambang, seperti pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Tujuan akhirnya adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan penerimaan DBH tambang yang rendah namun capaian kesejahteraan yang relatif baik, Lamandau dinilai mampu menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak harus bertumpu pada sektor ekstraktif. Pendekatan pembangunan yang terarah, inklusif, dan berpihak pada masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kesejahteraan daerah. (lan/ans)
Editor : Ayu Oktaviana