Pengamat politik dari Universitas Palangka Raya, Ricky Zulfauzan, menilai masa kampanye yang singkat bisa menjadi peluang bagi pasangan calon (paslon) untuk menunjukkan kedekatan dengan rakyat. Ia menyarankan agar strategi kampanye difokuskan pada pendekatan langsung seperti blusukan dan dialog terbuka.
“Waktu 45 hari harus dimanfaatkan maksimal untuk menyapa dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Mereka butuh pemimpin yang hadir, bukan sekadar menjelang pemilu,” kata Ricky, Senin (9/6).
Selain terjun langsung ke lapangan, Ricky menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial dalam kampanye Pilkada Barito Utara. Menurutnya, media sosial menjadi sarana yang sangat potensial untuk membangun citra politik dan menjangkau pemilih muda.
“Sayangnya, media sosial masih belum digunakan secara strategis oleh sebagian besar paslon. Padahal, ini bisa menjadi senjata utama dalam kampanye modern,” tegasnya.
Ricky juga mengingatkan agar para kandidat tidak hanya mengumbar jargon politik. Ia menekankan pentingnya menyampaikan visi dan misi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Gunakan bahasa rakyat, bukan bahasa teknokratis. Sampaikan visi misi dengan cara yang membumi,” jelasnya. (ovi)