Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Presiden Prabowo: Swasembada Pangan dan Energi; Lima Tahun Lagi!

Heron • Rabu, 17 Desember 2025 | 11:55 WIB

 

Pemerintah Mendorong Pemanfaatan Energi Alternatif di Wilayah Terpencil 

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya negeri mencapai swasembada energi, selain swasembada pangan.

“Kita rencanakan dalam lima tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Swasembada pangan dan swasembada energi,” ujarnya.

Pernyataan ini dikumandangkan saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12).

Prabowo menyampaikan, pemerintah mendorong pemanfaatan energi alternatif di wilayah-wilayah terpencil terutama di Papua yang masih mengalami kesulitan akses energi.

Menurutnya, teknologi energi surya dan tenaga air kini semakin terjangkau dan cocok diterapkan di daerah terpencil.

“Ini semua adalah supaya ada kemandirian di setiap daerah,” ujar Prabowo.

Distribusi Pemicu Harga Tinggi di Papua

Dengan pengembangan energi alternatif tersebut, Papua diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari daerah lain yang selama ini memicu tingginya biaya distribusi.

Prabowo juga mendorong pengembangan komoditas seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong untuk mendukung produksi energi dan BBM secara mandiri.

Ia meyakini, Papua memiliki potensi sumber daya energi yang besar dan dapat dimanfaatkan untuk kemandirian daerah.

“Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik. Dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil dari energi yang diproduksi di Papua,” katanya lagi.

Menghemat Rp 100-an T Dana Subsidi

Prabowo menambahkan, swasembada pangan dan energi berbasis daerah berpotensi menghemat ratusan triliun rupiah dana subsidi. Ketergantungan terhadap impor BBM pun dapat ditekan secara signifikan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada tahun 2025 Indonesia telah mengimpor BBM dengan nilai mencapai Rp 520 triliun. Prabowo menilai, pengurangan impor tersebut akan berdampak besar bagi keuangan negara.

“Bayangkan kalau kita bisa potong setengah, berarti ada Rp 250 triliun. Apalagi kalau bisa potong Rp 500 triliun. Berarti setiap kabupaten kemungkinan punya Rp 1 triliun,” ucapnya.

Optimistis Bisa Hentikan Impor BBM

Prabowo juga mengungkapkan, mulai tahun depan pemerintah masih akan melakukan impor solar. Namun, ia optimistis dalam beberapa tahun ke depan Indonesia dapat menghentikan impor bensin.

“Kita harapkan dalam empat tahun, kita juga bisa tidak impor bensin,” pungkasnya. (mr/sat/kp.jp)

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12)
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12)
Editor : Heron
#Swasembada Energi Indonesia #Daerah Otonomi Khusus #swasembada pangan #daerah terpencil dan tertinggal