Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa UIN Palangka Raya Dibekali Jurus Hadapi Si Jago Merah

K
Penulis: Kamila❯
Salah satu mahasiswa UIN Palangka Raya melaksanakan pelatihan pemadaman kebakaran di dampingi oleh petugas kebarkaran. FOTO UIN PALANGKA RAYA
Salah satu mahasiswa UIN Palangka Raya melaksanakan pelatihan pemadaman kebakaran di dampingi oleh petugas kebarkaran. FOTO UIN PALANGKA RAYA

Advertisement

 

PALANGKA RAYA – Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang terjun langsung ke tengah masyarakat. Hal itu dilakukan kepada mahasiswa PKM/KKN UIN Palangka Raya oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya dengan memberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Materi yang diberikan berkaitan dengan langkah awal penanganan kebakaran, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman di wilayah Kalimantan Tengah.

Advertisement

Tim Damkar yang dipimpin Agnes terlebih dahulu memberikan pemahaman mengenai teori dasar api. Mahasiswa diperkenalkan dengan unsur-unsur pembentuk api serta langkah yang tepat dan aman untuk dilakukan ketika menemukan atau menghadapi kebakaran pada tahap awal.

Setelah mendapatkan materi, mahasiswa kemudian mengikuti praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Mereka diperkenalkan dengan APAR jenis powder dan karbon dioksida (CO₂), mulai dari cara membawa, mengarahkan hingga mengoperasikan alat tersebut sesuai dengan karakteristik sumber api.

Advertisement

Selain APAR, Tim Damkar juga mengajarkan teknik sederhana menggunakan peralatan yang mudah ditemukan di sekitar. Ariston Bangun dari Tim Damkar Kota Palangka Raya menjelaskan, handuk atau selimut yang telah dicelupkan ke dalam air dapat digunakan untuk menangani api dalam kondisi tertentu.

“Dalam memadamkan api, kita harus memperhatikan arah angin, posisi tubuh, serta penempatan siku dan tangan agar tidak terkena panas atau api,” jelas Ariston.

Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama saat seseorang berupaya melakukan penanganan awal kebakaran. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu memadamkan api, tetapi juga memahami kapan harus melakukan evakuasi dan meminta bantuan petugas apabila kondisi kebakaran sudah tidak memungkinkan untuk ditangani secara mandiri.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa PKM/KKN UIN Palangka Raya diharapkan semakin siap menghadapi potensi kebakaran sekaligus mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat. Terlebih, mahasiswa yang melaksanakan kegiatan di lapangan memiliki peluang untuk menjadi penggerak edukasi mengenai pencegahan kebakaran di lingkungan tempat mereka menjalankan program.

Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PKM/KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program akademik. Mereka juga diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan, pencegahan, serta tindakan awal yang aman ketika menghadapi kebakaran. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Gaungkan Ekoteologi, dari Nilai Agama ke Aksi Nyata

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Gaungkan Ekoteologi, dari Nilai Agama ke Aksi Nyata

Kesadaran dan aksi nyata untuk menjaga lingkungan harus dibangun sejak dini dengan melibatkan seluruh masyarakat, termasuk perguruan tinggi

Ketuk Pintu Langit, Ribuan Mahasiswa dan Siswa Berdoa untuk Karhutla Kalteng

Ketuk Pintu Langit, Ribuan Mahasiswa dan Siswa Berdoa untuk Karhutla Kalteng

Ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya bersama siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Palangka Raya doa bersama

UIN Palangka Raya Manfaatkan AI dan Drone untuk Deteksi Karhutla

UIN Palangka Raya Manfaatkan AI dan Drone untuk Deteksi Karhutla

UIN Palangka Raya mengembangkan sistem berbasis AI dipadukan Drone Deteksi Karhutla

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer