Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatkan Percepatan Penurunan Stunting

A
Penulis: Administrator❯
Menyapa dengan Senyum : Pj Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani menyapa masyarakat pada kegiatan pasar penyeimbang di kawasan GPU Pulang Pisau belum lama tadi. ( FOTO : PROTOKOL SETDA PULANG PISAU )
Menyapa dengan Senyum : Pj Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani menyapa masyarakat pada kegiatan pasar penyeimbang di kawasan GPU Pulang Pisau belum lama tadi. ( FOTO : PROTOKOL SETDA PULANG PISAU )
PULANG PISAU-Target pemerintah pusat dalam penurunan stunting adalah 14 persen pada tahun 2024 yang dituangkan dalam peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

“Waktu kita sangat terbatas untuk mencapai target. Hanya tinggal satu tahun ke depan. Saya minta kita tidak terlena dan berpuas diri dengan kinerja capaian selama ini,” kata Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani rapat koordinasi pemerintahan desa dan rapat koordinasi kelompok kerja operasional (Pokjanal) posyandu tingkat Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (6/12).

Dia menegaskan, pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa harus terus berupaya keras agar target ini tercapai. “Dengan cara meningkatkan kinerja percepatan penurunan stunting seluruh di Kabupaten Pulang Pisau, khususnya pada desa-desa lokus. Karena tanpa akselerasi optimal, target ini akan sulit tercapai,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Nunu, pihaknya meminta kepada semua yang hadir untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja kolaboratif dalam percepatan penurunan angka stunting serendah mungkin. Untuk mencapai target tersebut dapat dilakukan dua intervensi holistik yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Nunu menjelaskan, intervensi spesifik adalah intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dan kepada ibu sebelum dan di masa kehamilan, sedangkan intervensi sensitif dilakukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan dan merupakan kerja sama lintas sektor.

Menurut dia, peran aktif, sinergi, dan kolaborasi seluruh pihak adalah kunci dalam upaya mengatasi masalah gizi. “Penuntasan persoalan gizi, termasuk stunting, tidak sekadar perkara menurunkan prevalensi, tetapi merupakan tugas kemanusiaan berkelanjutan, sekaligus penentu kualitas kehidupan bangsa ke depan,” kata dia. (art/a)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pangdam XXII Tambun Bungai Kerahkan Prajurit Distribusikan Air Bersih ke Warga Terdampak

Pangdam XXII Tambun Bungai Kerahkan Prajurit Distribusikan Air Bersih ke Warga Terdampak

Prajurit Kodam XXII/Tambun Bungai terjun langsung mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga Desa Maliku Mulia.

Bambang Purwanto Salurkan 49 Alsintan di Pulang Pisau, Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian

Bambang Purwanto Salurkan 49 Alsintan di Pulang Pisau, Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian

Modernisasi pertanian terus didorong di Kabupaten Pulang Pisau.

2 Pemuda Ditangkap! Diduka Lakukan Pembakaran Hutan dan Lahan Sebanyak 12 Titik di Pulang Pisau

2 Pemuda Ditangkap! Diduka Lakukan Pembakaran Hutan dan Lahan Sebanyak 12 Titik di Pulang Pisau

Polisi menangkap dua pemuda asal Desa Gohong yang membakar lahan sebanyak 12 titik di Pulang Pisau

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer