JOHN HERDMAN, nama yang disebut sebagai kandidat kuat menjadi pelatih kepala baru Timnas Indonesia.
Pelatih asal Inggris akan menjadi suksesor Patrick Kluivert yang gagal total saat play-off Piala Dunia 2026.
John Herdman sempat menolak melatih Honduras dan Jamaika, langkah yang langsung mengundang perhatian publik sepak bola internasional.
John Herdman lahir pada 19 Juli 1975 di Consett, County Durham, Inggris, dan sejak awal memilih jalur kepelatihan ketimbang karier panjang sebagai pemain profesional.
Keputusan tersebut membentuk karakternya sebagai pelatih yang fokus pada pengembangan sistem, disiplin tim, dan mental kompetitif.
Karier kepelatihan Herdman dimulai di Selandia Baru saat usianya baru sekitar 30 tahun, sebuah langkah berani untuk pelatih muda asal Eropa.
Ia mengawali peran dengan menangani tim usia muda sebelum dipercaya memegang kendali tim nasional putri Selandia Baru.
Periode 2006 hingga 2011 menjadi fase penting dalam perjalanan Herdman bersama timnas putri Selandia Baru.
Selama lebih dari lima tahun, ia sukses membawa Negeri Kiwi tampil di Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011 serta Olimpiade Beijing 2008.
Capaian tersebut mengangkat nama Herdman di panggung sepak bola internasional sebagai pelatih yang piawai membangun tim dari fondasi.
Reputasi itu membuka jalan baginya untuk mendapatkan tantangan lebih besar di kawasan Amerika Utara bersama Kanada.
Pada 2011, John Herdman ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas putri Kanada dan langsung mencatat prestasi signifikan.
Di bawah arahannya, Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016, sebuah pencapaian prestisius di level dunia.
Kesuksesan tersebut mengukuhkan Herdman sebagai arsitek kebangkitan sepak bola Kanada, khususnya dalam membangun mental juara dan konsistensi performa.
Pendekatan taktisnya dikenal disiplin, agresif, serta mampu memaksimalkan potensi pemain.
Langkah paling berani dalam karier Herdman terjadi pada 2018 saat ia beralih menangani timnas putra Kanada.
Keputusan itu berbuah manis ketika Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, penampilan perdana mereka setelah absen selama 36 tahun.
Prestasi itu menempatkan John Herdman dalam daftar pelatih langka yang mampu membawa tim putri dan putra dari satu negara tampil di Piala Dunia.
Di kawasan CONCACAF, ia dikenang sebagai sosok kunci transformasi Kanada menjadi tim yang disegani.
Kebersamaan Herdman dengan Kanada berakhir pada 2024 dan sejak saat itu ia berstatus tanpa klub. Namanya sempat dikaitkan dengan Jamaika dan Honduras, namun tidak ada kesepakatan resmi yang terwujud hingga kini.
Media Honduras, Diez, menyebut Herdman memilih peluang melatih Indonesia ketimbang kembali ke CONCACAF.
Honduras disebut harus mengalihkan bidikan setelah Herdman masuk daftar kandidat pengganti Reinaldo Rueda namun lebih memprioritaskan proyek Indonesia.
Herdman juga dikabarkan menolak pendekatan dari Jamaika karena fokus pada potensi tantangan baru di Asia Tenggara. Ketertarikan tersebut memperkuat spekulasi serius terkait peluangnya menukangi Timnas Indonesia.
Jika penunjukan ini terealisasi, kehadiran John Herdman berpotensi menjadi keuntungan besar bagi Timnas Indonesia.(jpc)
Editor : Agus Pramono