Material licin yang mengalir di permukaan jalan diduga berasal dari kebocoran tangki sebuah truk pengangkut.
Kejadian tersebut berlangsung di depan Kantor Camat Teweh Baru. Misran, pengemudi truk bernopol DA 8634 FI, menjelaskan kebocoran diduga kuat disebabkan kondisi jalan yang rusak.
"Guncangan dan benturan terus-menerus di jalan yang tidak rata menyebabkan keran pembuangan mengendur dan terbuka," jelas sang sopir.
Ia mengaku tidak langsung menyadari insiden tersebut. Pemberitahuan justru datang dari rekan sesama pengemudi yang berpapasan dari arah berlawanan.
"Saya baru tahu setelah diingatkan bahwa ada minyak yang bocor dari tangki saya," tuturnya.
Sementara itu, perwakilan perusahaan pemilik muatan, PT Perkasa Sawit Permai (PSP), yang dikonfirmasi di lokasi, menyatakan bahwa kejadian ini berada di luar tanggung jawab mereka.
Niko Hartono, Humas PT. PSP, menegaskan kewajiban penuh beralih kepada pihak vendor atau pihak ketiga penyedia angkutan setelah muatan meninggalkan pabrik.
"Prosedur pengecekan sebelum keberangkatan telah kami lakukan dan semua dalam kondisi baik. Kemungkinan besar ini murni akibat gesekan dan guncangan di jalan rusak yang membuat aksesoris kendaraan longgar," papar Niko.
Dampak tumpahan minyak sawit tersebut langsung terasa oleh pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Beberapa pengendara terpaksa berjalan dengan ekstra hati-hati, dan dilaporkan terjadi beberapa kasus kendaraan terjatuh akibat permukaan jalan yang licin.
Amiluddin, warga yang rumahnya berada di pinggir ruas jalan tersebut, menyaksikan langsung dampak kejadian.
"Tadi di bagian bawah ada yang jatuh. Kondisi ini harus segera ditangani," ujarnya.
"Angkutan khusus seperti ini seharusnya lebih waspada. Pemeriksaan sebelum melintas di jalan umum harus sangat teliti untuk mencegah hal-hal yang bisa membahayakan publik," tambahnya
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan jalan dari sisa tumpahan minyak sawit masih terus dilakukan. (ren)
Editor : Agus Pramono