PALANGKA RAYA— PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan antrean yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Palangka Raya bukan disebabkan oleh kekurangan stok bahan bakar minyak (BBM), melainkan akibat meningkatnya mobilitas dan konsumsi masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa penyaluran BBM di Palangka Raya bersifat dinamis dan disesuaikan dengan tren permintaan di lapangan.
“Penyaluran BBM di Palangka Raya bersifat dinamis mengikuti tren konsumsi. Saat ini terdapat penyesuaian sekitar 14 persen untuk BBM subsidi dan penambahan sekitar 16 persen untuk BBM nonsubsidi,” ujar Edi Mangun, Kamis (16/10/2025).
Pertamina mencatat adanya peningkatan konsumsi masyarakat sekitar 11 persen pada Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kondisi ini seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas warga di Kota Palangka Raya.
“Antrean yang sempat terlihat di beberapa SPBU lebih disebabkan oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Kami terus memastikan pasokan tetap terpenuhi sesuai kebutuhan harian,” tambah Edi.
Untuk memastikan pelayanan tetap optimal, Pertamina menyalurkan rata-rata 16 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Pertamax per SPBU setiap harinya, dengan komposisi berbeda di masing-masing titik penyaluran. Selain itu, sebagai langkah antisipasi menjelang akhir tahun, penyaluran BBM juga ditambah sekitar 5 persen untuk Pertalite dan 7 persen untuk Pertamax guna menjaga kelancaran distribusi di tengah meningkatnya permintaan.
“Pertamina telah melakukan penambahan suplai secara bertahap agar stok tetap aman hingga akhir tahun. Kuota BBM subsidi untuk wilayah Kalimantan Tengah juga masih mencukupi dan terus kami monitor agar sesuai dengan ketentuan pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan adanya pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM nonsubsidi beroktan tinggi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, yang kini mencapai sekitar 16 persen dari total konsumsi. Tren ini dinilai positif karena menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi dan lingkungan.
“Pertamina secara rutin melakukan edukasi melalui operator SPBU dan berbagai program promosi MyPertamina untuk mendorong penggunaan BBM beroktan tinggi. Selain efisien, jenis BBM ini juga lebih ramah lingkungan dan menjaga performa mesin kendaraan,” katanya.
Saat ini, komposisi penggunaan BBM di wilayah Palangka Raya tercatat sekitar 68 persen untuk BBM subsidi dan 32 persen untuk BBM nonsubsidi. Persentase konsumsi BBM nonsubsidi tersebut meningkat dibanding bulan sebelumnya yang berada di kisaran 25 persen.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelancaran distribusi energi bagi masyarakat serta memastikan seluruh SPBU di wilayah Kalimantan Tengah tetap mendapat pasokan BBM yang aman dan terpantau.
“Kami pastikan stok dan distribusi berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir karena seluruh pasokan telah kami jaga sesuai kebutuhan wilayah,” tutup Edi. (*rif/ala)