Pemprov Kalteng bersama TNI dan Polri memperkuat sinergi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan nasional melalui pembangunan puluhan dapur MBG serta pengembangan kawasan pangan terpadu di seluruh wilayah Kalteng.
NOVIA NADYA CLAUDIA, Palangka Raya
DUKUNGAN tersebut ketahanan pangan itu ditegaskan saat Gubernur H. Agustiar Sabran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng meninjau SPPG Polri Kemala Presisi dan Green House Polda Kalteng di Palangka Raya, Senin (25/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional di bidang pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Kalteng tengah menyiapkan sistem ketahanan pangan yang terintegrasi untuk menopang kebutuhan bahan baku program MBG.
“Kita membuat demplot terpadu dan terintegrasi. Di situ ada sayur-mayur, ayam petelur, ayam pedaging, dan lainnya. Semua disiapkan dalam satu sistem untuk mendukung MBG,” ujarnya.
Menurut Agustiar, hasil produksi dari kawasan demplot tersebut nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih sebelum didistribusikan ke dapur-dapur MBG yang tersebar di kabupaten dan kota.
Ia mengatakan, langkah tersebut bukan hanya untuk mendukung program makan bergizi gratis, tetapi juga menjadi upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor pertanian, peternakan, dan koperasi lokal.
“Sekali dayung, beberapa tujuan bisa tercapai. Ketahanan pangan berjalan, program MBG berjalan, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” katanya.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan bahwa MBG menjadi prioritas nasional yang harus didukung seluruh pihak, termasuk di Kalteng.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi antara Kodam, Pemprov Kalteng, Polda Kalteng, dan Badan Gizi Nasional (BGN), saat ini telah dipetakan sekitar 68 titik dapur MBG baru di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.
“Kalau melihat jumlah penerima manfaat secara nasional, Kalimantan Tengah memang masih berada di tingkat menengah ke bawah. Karena itu kami bersama gubernur dan kapolda berupaya mempercepat pembangunan dapur-dapur MBG agar penerima manfaat meningkat signifikan,” ujarnya.
Menurut Zainul, Kodam XXII/TB mendapat tanggung jawab membangun sekitar 15 dapur MBG dan progres pembangunannya telah mencapai sekitar 30 persen. Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai bergerak menyiapkan pembangunan dapur tambahan di berbagai wilayah.
Ia optimistis seluruh dapur MBG tersebut dapat selesai dan mulai beroperasi pada awal Juli mendatang.
“Mudah-mudahan awal Juli nanti seluruh dapur sudah jadi 100 persen sehingga penerima manfaat di Kalimantan Tengah meningkat signifikan dan bisa melebihi daerah lain,” katanya.
Tak hanya menyiapkan infrastruktur dapur, Kodam XXII/TB juga mulai membangun sistem pendukung ketahanan pangan melalui lahan pertanian, peternakan, dan perkebunan di sejumlah batalyon teritorial pembangunan (TP). Produksi dari sektor tersebut nantinya akan menjadi sumber suplai bahan pangan bagi dapur MBG.
“Melalui arahan Pak Gubernur, hasilnya nanti disalurkan lewat Koperasi Merah Putih kemudian diteruskan ke dapur-dapur MBG di Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan pihak kepolisian turut mendukung program MBG melalui pengawasan keamanan pangan hingga pengawalan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan aman dikonsumsi dan terbebas dari bahan berbahaya.
“Untuk menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat, kita lakukan pengawasan keamanan pangan atau food security. Ini untuk mencegah adanya formalin, sianida, dan bahan-bahan berbahaya lainnya,” ujarnya.
Selain pengawasan kualitas pangan, Polda Kalteng juga akan membantu proses distribusi makanan agar berjalan aman dan lancar hingga sampai kepada masyarakat penerima manfaat. “Proses pendistribusian juga kita bantu dilakukan pengawalan,” tambahnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana