Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kapolres Kotim Meminta Maaf Atas Arogansi Anggotanya di Hadapan Pendemo

Ayu Oktaviana • Senin, 1 September 2025 | 11:58 WIB
Kapolres Kotim duduk saat menghadapi pendemo.MIFTAH/KALTENG POS
Kapolres Kotim duduk saat menghadapi pendemo.MIFTAH/KALTENG POS

 

SAMPIT-Aksi demonstrasi yang tergabung dalam aliansi kesatuan rakyat sipil menggelar aksi demonstrasi di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jalan Jenderal Sudirman, Senin (1/9/2025) pagi.

Mereka menyampaikan beberapa aksi tuntutan. Salah satunya adalah meminta Kapolres Kotim untuk meminta maaf secara terbuka dihadapan para demonstran.

“Kami meminta Kapolres Kotim untuk meminta maaf secara terbuka di sini atas arogansi anggota kepolisian,” ujar jenderal lapangan aksi, Wahyu Ceria, saat menyampikan tuntutan.

Mereka juga meminta Kapolsek Mentaya Hulu mengajukan permintaan maaf terkait video yang diduga memperlihatkan arogansinya beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, mereka juga meminta jabatan yang tengah disandang agar dicopot.

Para anggota dewan kemudian hadir ditengah aksi bersama kapolres bertemu langsung dengan para demonstran.

Mereka akhirnya duduk bersama di atas jalan tepat di depan kantor DPRD Kotim. Dalam duduk bersama itu, Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, menyampaikan permintaan maaf secara pribadi sesuai dengan tuntutan para demonstran.

Dalam pernyataannya, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menegaskan bahwa kepolisian tetap berkomitmen melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Ia menekankan, Polres Kotim tidak menutup diri terhadap kritik, dan terbuka dalam memproses setiap laporan maupun keluhan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa dalam menjalankan tugas bisa saja ada kekeliruan yang membuat masyarakat tersinggung. Untuk itu, saya secara pribadi dan atas nama institusi memohon maaf sebesar-besarnya. Kami adalah manusia biasa yang ditugaskan untuk menjaga ketertiban dan keamanan,” ujarnya.

Terkait dugaan arogansi aparat di Kecamatan Mentaya Hulu, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi awal terhadap Kapolsek setempat. Proses pemeriksaan lebih lanjut tetap dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Jika terbukti ada pelanggaran, maka akan diproses sesuai ketentuan hukum. Kami menjamin transparansi hasil pemeriksaan itu,” tambahnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meminimalisir tindakan represif dan mengedepankan pendekatan preventif serta humanis dalam menangani aksi masyarakat.

“Kami ingin menjaga filosofi Huma Betang yang kita junjung bersama, yakni hidup rukun dalam keberagaman. Polisi hadir untuk masyarakat, bukan untuk melawan masyarakat,” katanya.

Para demonstran juga meminta Kapolres untuk melakukan video call langsung dengan Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Nor Ikhsan.

Permintaan itu langsung dikabulkan Kapolres Kotim. Kapolsek langsung menyampaikan permintaan maaf melalui sambungan telepon. Ia mengatakan pihaknya ingin situasi tetap kondusif.

Untuk diketahui, Suasana panas terjadi di Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, saat warga bersama kuasa hukum melakukan aksi penutupan lahan sengketa di area PT Tapian Nadenggan, Sei Rindu Estate, Kamis (28/8/2025).

Aksi yang digelar sebagai bentuk perlawanan karena tak kunjung mendapat keadilan itu berujung adu mulut dengan aparat kepolisian. Bahkan, Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Nor Ikhsan disebut bersikap arogan hingga mendorong kuasa hukum menggunakan dadanya. (mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#Arogansi #Huma Betang #adu mulut #demonstran #polres kotim #dprd #anggota dewan #dprd kotim #lahan sengketa #kapolres kotim #aksi demonstrasi #kotawaringin timur #PT Tapian Nadenggan