Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

GDAN Siapkan Langkah untuk Bersihkan Ponton dari Narkoba, Salah Satunya Dirikan Pos Terpadu

Agus Pramono • Sabtu, 8 November 2025 | 19:30 WIB

 

Ari Yunus Hendrawan
Ari Yunus Hendrawan

PALANGKA RAYA-Sekretaris Jenderal GDAN, Ari Yunus, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berhenti pada kegiatan operasi di Kompleks Ponton, tetapi juga segera menyiapkan tindak lanjut secara terstruktur.

“Sesudah operasi di kawasan Ponton semalam, kami langsung merapikan seluruh bukti temuan dan keterangan lapangan untuk diserahkan melalui jalur koordinasi dengan lembaga adat,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Menurutnya, GDAN akan mengambil tiga langkah awal dalam waktu dekat. 

Pertama, menggelar rapat koordinasi dengan lembaga adat untuk memperkuat sinergi antara tokoh adat dan masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba. 

Kedua, melanjutkan program edukasi di masyarakat Ponton, yang menjadi salah satu kawasan rawan penyalahgunaan narkoba. Pihaknya menyasar kepada generasi muda dalam memberikan penyuluhan.

“Banyak anak-anak di Pontonn yang harus punya pengharapan dan masa depan. Karena itu, edukasi harus jalan terus, bukan hanya operasi,” tegas Ari.

Langkah ketiga, GDAN akan segera membangun pos terpadu sebagai langkah pencegahan dini terhadap masuknya pembeli maupun pengedar narkoba ke kawasan tersebut.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan bangun pos terpadu untuk mencegah orang yang mau beli sabu masuk ke situ,” ujarnya.

Selain itu, Ari mengungkapkan bahwa pihaknya bersama masyarakat adat telah menyiapkan regulasi hukum adat sebagai bentuk penegasan terhadap pelaku pengedaran narkoba di wilayah Kalimantan Tengah. Ini sebagai tindak lanjut bagi para bandar narkoba yang masih berkeliaran di Kalteng.

"Secara sosial kami mengusir mereka (bandar narkoba) nanti bekerja sama dengan kementerian yang membawahi lapas, semua bandar narkoba harus di Nusakambangan, ini lah yang sedang kami susun,"

Ia menegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari kesadaran masyarakat Dayak untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Ari juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menghalangi perjuangan tersebut.

“Saya menegaskan ini murni perjuangan masyarakat Dayak. Bagi pihak yang merasa terganggu dan mencoba menghalang-halangi gerakan ini, akan kami hadapi dengan gagah berani,” terangnya.

Langkah-langkah yang diambil GDAN ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata gerakan masyarakat adat dalam melawan narkoba dengan pendekatan sosial, edukatif, dan berbasis kearifan lokal. (ham/ram)

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Agus Pramono
#gdan #narkoba #Ari Yunus Hendrawan #ponton