SAMPIT – Kepercayaan followers di media sosial dimanfaatkan habis-habisan oleh pelaku kejahatan digital.
Akun Instagram milik MC sekaligus wartawan di Sampit, Annisa Kharisma diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Akun dengan followers 10.300 itu dimanfaatkan pelaku untuk menipu para korban. Akibatnya, dua orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp25 juta.
Peretasan akun Instagram @annisakharisma itu terjadi sejak Jumat sore (8/5/2026). Usai pelaku berhasil meretas, ia menjalankan modus penipuan yang dibuat seolah-olah berasal dari pemilik akun asli.
Dengan menggunakan foto pribadi, nama lengkap, hingga identitas sebagai publik figur lokal dan wartawan, pelaku menawarkan emas antam 25 gram seharga Rp15 juta serta iPhone murah kepada para pengikut akun tersebut.
“Pelaku memakai nama dan foto saya untuk meyakinkan korban. Padahal saya sama sekali tidak pernah jual emas ataupun HP lewat WhatsApp,” ujar Annisa saat ditemui, Sabtu (9/5/2026).
Modus yang dipakai pun tergolong rapi. Korban lebih dulu diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu yang dicantumkan di postingan Instagram hasil hack tersebut.
Setelah komunikasi berjalan, pelaku meminta korban menyukai beberapa postingan Instagram dan mengirim screenshot sebagai bukti.
Cara itu diduga dipakai agar korban yakin akun tersebut masih benar-benar dipegang pemilik aslinya.
Begitu korban percaya, pelaku langsung memainkan psikologi korban lewat kalimat promo terbatas.
Korban dikirim pesan bertuliskan Selamat Anda Terpilih, lalu diberi detail pembayaran yang dibuat menyerupai transaksi resmi.
Pelaku juga memakai alasan stok terbatas hingga sisa satu unit terakhir agar korban buru-buru mentransfer uang.
“Pelaku benar-benar memainkan rasa percaya followers. Bahkan ada nota dan struk palsu bertuliskan sold out supaya korban makin yakin,” ujarnya.
Dari dua korban yang sudah terdata, total uang yang berhasil dibawa kabur mencapai Rp25 juta.
Tak berhenti di Instagram, pelaku ternyata juga sempat mencoba mengambil alih akun iCloud iPhone milik korban yang menyimpan banyak data pekerjaan penting, termasuk dokumen dan video liputan.
“Pelaku sempat mencoba masuk ke iCloud saya. Untung email berhasil dipulihkan sebelum semua data diambil,” katanya.
Annisa menduga pelaku memang sengaja ingin menguasai seluruh akses digital pribadinya untuk kepentingan penipuan lanjutan maupun penyalahgunaan data.
Kasus tersebut kini sudah dilaporkan ke SPKT Polres Kotawaringin Timur (Kotim) agar pelaku segera dilacak sebelum muncul korban lain.
“Saya sangat menyayangkan sudah ada korban dengan kerugian besar. Semoga masyarakat lebih waspada kalau ada penawaran mencurigakan di media sosial,” ucapnya.
Setelah melalui proses verifikasi wajah dan identitas resmi oleh pihak META, akun Instagram milik Annisa akhirnya dibekukan dan dilakukan aju banding.
Meski akun email utama sudah diambil alih kembali, masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap akun palsu maupun nomor WhatsApp lain yang masih mengatasnamakan dirinya.
“Alhamdulillah email utama sudah kembali. Tapi kalau ada yang mengatasnamakan saya dan menawarkan jual beli lewat WA, jangan langsung percaya,” pungkasnya. (*)
Editor : Agus Pramono